Warning: getimagesize(http://radiodangdutindonesia.com/uploads/news/jic_jakarta.jpg): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.0 403 Forbidden in /home/islamicc/public_html/wp-content/plugins/wp-open-graph/output.class.php on line 306

Sholat ke JIC, Sehat pun ke JIC!

Gambar diunduh dari http://radiodangdutindonesia.com/uploads/news/jic_jakarta.jpg“Bisnis prostitusi di Kramat Tunggak, nampaknya sudah sangat besar. Ini harus segera dihentikan.”

Kalimat itu, mungkin, yang pernah keluar dari mulut mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, sepuluh tahun yang lalu sebagai sikap tegas atas berkembangnya bisnis prostitusi yang “legal” bahkan, katanya, terbesar di Asia Tenggara. Sebagaimana kita ketahui bahwa di jalan Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara ini pada awal tahun 1970-an hingga pertengahan tahun 1990-an berdiri sebuah lokalisasi rehabilitasi untuk para wanita tuna susila yang kemudian beralih haluan menjadi bisnis prostitusi Kramat Tunggak.

Sebuah sikap dari seorang pemimpin saat itu yang akhirnya membuahkan suatu ide konstruktif untuk masyarakat muslim Jakarta. Jakarta Islamic Centre (JIC) akhirnya


Gambar diunduh dari http://radiodangdutindonesia.com/uploads/news/jic_jakarta.jpg

Bisnis prostitusi di Kramat Tunggak, nampaknya sudah sangat besar. Ini harus segera dihentikan.”

Kalimat itu, mungkin, yang pernah keluar dari mulut mantan gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, sepuluh tahun yang lalu sebagai sikap tegas atas berkembangnya bisnis prostitusi yang “legal” bahkan, katanya, terbesar di Asia Tenggara. Sebagaimana kita ketahui bahwa di jalan Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara ini pada awal tahun 1970-an hingga pertengahan tahun 1990-an berdiri sebuah lokalisasi rehabilitasi untuk para wanita tuna susila yang kemudian beralih haluan menjadi bisnis prostitusi Kramat Tunggak.

Sebuah sikap dari seorang pemimpin saat itu yang akhirnya membuahkan suatu ide konstruktif untuk muslim Jakarta. Jakarta Islamic Centre (JIC) akhirnya resmi berdiri di tanah Koja, Jakarta Utara, tepatnya pada tanggal 4 Maret 2003.

Saat ini, JIC dijadikan sebagai pusat peradaban islam terbesar di Jakarta, bahkan menjadi termegah Indonesia. Banyak fasilitas penunjang selain tempat ibadah atau masjid yang megah, yaitu perpustakaan yang menyediakan buku-buku serta jurnal-jurnal mengenai perkembangan islam. Tidak ketinggalan pula sebuah gedung pertemuan besar serta ruang-ruang kelas untuk mengadakan kajian-kajian wawasan islam dan ilmu. Hal ini menandakan bahwa JIC tidak hanya ingin menjadi tempat ibadah saja, seperti sholat, melainkan juga sebagai pusat pendidikan, pariwisata, dan juga bisnis.

Mengutip ucapan dari Syamsul Ma’arif, Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta, beliau berharap ke depannya JIC dapat melakukan terobosan-terobosan yang bersifat konstruktif untuk warga, khususnya untuk umat islam Jakarta, dengan didasari rasa kemanusiaan dalam mencari solusi mengatasi persoalan. Hal ini harus menjadi pemikiran yang serius bagi JIC.

Dewasa ini, JIC sudah sangat besar dan dipercaya dapat menjadi pusat peradaban islam di Jakarta dan Indonesia. Namun, ada satu hal yang masih dilupakan oleh JIC, yaitu kesehatan muslim. Banyak sekali anjuran hidup sehat dari Rasululloh SAW. yang harusnya bisa menginspirasi JIC dalam membangun pusat kesehatan. Membangun rumah sakit islam, dimana didalamnya tak hanya memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat sebagaimana rumah sakit umum lainnya, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan dengan cara Rosululloh, seperti Hijamah dan obat-obatan herbal. Mungkin itu yang harus segera dipikirkan oleh JIC dalam membuat terobosan baru dalam rangka menjadikan muslim tak hanya datang untuk sholat, melainkan datang pula ke JIC untuk sehat.

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

JIC sebagai SUPERPOWER masyarakat islam

Read Next

ISLAM DAN MEDIA SOSIAL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × four =