Styleislam Redam Stereotip dengan Produk Bernafaskan Islam

Stereotip negatif tentang Islam dapat diredam dengan memperkenalkan Islam secara luas. Hal itulah yang melatarbelakangi berdirinya Styleislam.com, toko ritel online. Laman ini punya cara unik dalam memperkenalkan Islam. Mereka menjual pernak-pernik bernuansa Islam. Tak heran, laman yang berdiri tahun 2008 ini, selain sukses mengenalkan Islam, secara bisnis juga menjadi laman retail tersukses.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Stereotip negatif tentang Islam dapat diredam dengan memperkenalkan Islam secara luas. Hal itulah yang melatarbelakangi berdirinya Styleislam.com, toko ritel online.

Laman ini punya cara unik dalam memperkenalkan Islam. Mereka menjual pernak-pernik bernuansa Islam. Tak heran, laman yang berdiri tahun 2008 ini, selain sukses mengenalkan Islam, secara bisnis juga menjadi laman retail tersukses.

General Manajer Styleislam.com, Muhammad Khojah, menjelaskan pendiri Styleislam.com, Melih Kesmen, sempat gundah dengan stereotip negatif tentang Islam. Apalagi saat itu, tepatnya selepas tragedi 9/11, pandangan dunia terhadap Islam cenderung negatif. Tingkat prasangka buruk kian parah dengan kemunculan insiden kartun Nabi yang dipublikasikan surat kabar Denmark.

“Kesmen berpikir sudah saatnya untuk menunjukkan Islam dalam cahaya yang berbeda dan positif. Ia menyadari kurangnya informasi tentang Islam dan Muslim,” papar dia seperti dikutip Arabnews.com, Kamis (29/12).

Kesmen, ungkap Khojah, selanjutnya memutuskan untuk menjual T-shirt bertuliskan “I Love My Nabi”. T-shirt ini lalu mendapat respon positif bahkan menjadi item penjualan terbaik. “Seni dan fesyen merupakan sarana strategis untuk menjembatani perbedaan agama dan etnis. Hal inilah yang menjadikan momentum bagi kami untuk lebih banyak menjual produk bernafaskan Islam,” ungkapnya.

Khojah mengatakan ketika konsumen mengenakan produk yang dijual Styleislam.com, ia akan menjadi seorang juru dakwah. Sebab, bagi non-Muslim yang melihatnya tentu akan merespon dalam bentuk percakapan. Dari percakapan inilah, suasana cair akan membentuk sebuah dialog tentang Islam. “Karenanya, kami berencana untuk membuat pameran seni jalanan kontemporer di Eropa,” kata dia.

Meskipun mayoritas kosumen Styleislam.com merupakan Muslim, namun sekitar seperempat konsumen adalah non-Muslim. Hal ini disebabkan produk-produk Styleislam.com, menggunakan slogan universal seperti “Terorisme tidak memiliki agama”,”Terus Tersenyum Itu Sunnah” dan “Hijab, hak asasi saya, pilihan saya dan hidup saya”.

Selain memproduksi T-shirt, Styleislam.com, juga menyiapkan busana Muslim bagi perempuan. “Peningkatan jumlah perempuan yang mengenakan jilbab perlu difasilitasi dengan gaya busana yang modis. Pandangan gaya berbusana Muslim yang kaku perlu diimbangi dengan menyiapkan pilihan busana Muslim penuh gaya. Itulah kuncinya,” papar Khojah.

Saat ini, Styleislam.com telah mengembangkan sayap di negara-negara Arab seperti Arab Saudi (Jeddah, Madinah dan Riyadh), Maroko, Mesir, Tunisia dan Yordania. Ke depan, cabang di Istanbul segera dibuka. Sasaran berikutnya adalah Asia. Selamat tinggal, stereotip!

Redaktur: Chairul Akhmad

Reporter: Agung Sasongko

Write a Reply or Comment

14 − twelve =