TAFSIR ARSITEKTURAL MASJID JIC

Perancangan masjid sebagai karya arsitektur pada dasarnya merupakan suatu tantangan bagi kemampuan ijtihad/kreativitas perancang. Ia dituntut untuk mengkaji makna masjid, lalu menuangkannya dalam suatu gagasan perencanaan yang diakhiri dengan suatu gubahan arsitektur yang utuh. Hasil yang kita nikmati saat ini, dimaksudkan memberi efek tertentu di mana penggunanya akan menangkap manifestasi sifat-sifat keperkasaan (Al-Jabbaru), kemegahan (Al-Mutakabbiru) sekaligus kelembutan dan keindahan (Al-Lathief), selanjutnya efek ini dapat menghalau stigma lama sebagai daerah Lokasi Rehabilitasi dan Sosialisasi (Lokres) Kramat Tunggak. Filosofi ini dimaksud agar wujud bangunan bersifat monumental yang kontras dengan lingkungan sekitar, berbobot syiar yang tinggi, ramah dan “mengundang” umat untuk beribadah.

Buku Saku Arsitektur Masjid JIC (2016)

Write a Reply or Comment