Tag: Menghadap kiblat adalah wujud ketaatan seorang hamba kepada Allah karena memang diperintahkan demikian. Kemanapun arah diperintahkan

INILAH BEBERAPA SEBAB, MENGAPA HATI BEGITU RENTAN GODAAN?

JIC – Setiap orang akan mengalami futur, karena iman itu naik turun. Namun, jika hati kita begitu rentan terhadap godaan syetan, hawa nafsu dan kemaksiatan, bahkan godaan yang paling lemah sekalipun, maka itu berarti kita tidak dijaga oleh Allah. Dan kita pun tidak atau kurang “menjaga Allah”. Mengapa hati kita begitu rentan dengan godaan? Ingatlah […]

BERIHSANLAH!

JIC – ”Beri tahu aku tentang ihsan,” tanya malaikat Jibril saat menyamar menjadi seorang lelaki berpakaian putih, berambut kelam, yang tak tampak bekas-bekas perjalanan jauhnya. Rasulullah SAW menjawab, ”Engkau menyembah Allah seakan-akan Engkau melihat-Nya. Jika Engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu.” (HR Muslim). Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak (amal shaleh) yang senantiasa […]

SEPULUH WASIAT ALLAH

JIC – Dalam Islam terdapat sepuluh wasiat atau perintah Allah SWT yang termaktub dalam Alqur’an. Salah satu yang menarik dari wasiat-wasiat Allah SWT itu adalah tidak adanya wasiat yang menyangkut masalah makanan dan minuman. Hal itu menunjukkan bahwa menghindari dari kebejatan moral terhadap Allah dan terhadap manusia jauh lebih penting daripada hanya sibuk berdiskusi berkepanjangan […]

SABAR DAN SHALAT SEBAGAI PENOLONG

JIC – “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-Baqarah: 45-46) Ibnu Katsir menjelaskan satu prinsip dan kaidah dalam memahami Al-Qur’an berdasarkan ayat ini bahwa meskipun ayat ini bersifat […]

MENGAPA ARAH KIBLAT DIPINDAHKAN?

PERISTIWA perpindahan arah kiblat terjadi pada bulan Rajab tahun ke-12 pasca Hijrah. Saat Rasulullah melaksanakan shalat Dzuhur kemudian turun wahyu untuk memindahkan arah kiblat. Maka dalam riwayat disebutkan bahwa Nabi sempat shalat 2 rakaat menghadap Baitul Maqdis (masjidil Aqsa) dan 2 rakaat berikutnya menghadap Ka’bah, di masjidil Haram. Wahyu yang turun tersebut adalah surat al-Baqarah […]