TAMAN SURGA YANG TAK PERNAH SEPI

raudhah-_140124095740-466

JIC – Salah satu bagian Masjid Nabawi yang terkenal adalah Raudah (taman surga). Doa-doa yang dipanjatkan dari Raudah diyakini akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Taman surga di sini bukan berarti sesuai deskripsi surga dalam Alquran yang dijanjikan Allah sebagai balasan kebaikan di akhirat nanti. Tapi merupakan taman yang mulia, di mana beribadah di dalamnya menghadirkan rasa khusyu mendalam, tiap doa yang dipanjatkan di dalamnya sangat mudah diijabahi. Raudah terletak di antara mimbar dengan makam (dahulu rumah) Rasulullah. Tempat yang sangat mulia itu merupakan tempat Rasulullah SAW beribadah, memimpin shalat, hingga menerima wahyu.

Tempat ini tak pernah sepi. Raudah merupakan salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang banyak dimasuki jamaah untuk memanjatkan doa. Ia terletak di antara kamar Nabi dan mimbar untuk berdakwah.  Luas Raudah dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan sepanjang 15 meter. Area Raudah ditandai dengan kubah hijau. Kubah perak sendiri merupakan penanda mihrab tempat imam. Untuk masuk Raudhah, pintu terdekat dari pintu Babus Salam atau pintu Jibril.

Nabi sebagaimana hadis shahih Riwayat Bukhari maa baina baitii wa minbarii raudhoh min riyaadhil jannah, wa minbari ‘alaa haudhii (antara rumahku dan mimbarku adalah raudagh (yaitu) taman dari surga, dan mimbarku di atas kolam). Status ‘taman surga’ inilah yang memotivasi jamaah untuk berburu tempat di depan kiri Masjid Nabawi ini untuk shalat dan berdoa.

Di dalam Raudah terdapat enam tiang bersejarah, yaitu Tiang Utusan yang digunakan nabi dahulu sebagai tempat menerima utusan yang datang, Tiang Pengawal tempat berdirinya para pengawal nabi, Tiang Tempat Tidur yang merupakan tempat nabi tidur selama i’tikaf, Tiang Abu Lubabah yaitu tiang tempat Abu Lubabah mengikatkan diri karena menyesal telah  membocorkan rahasia kepada orang yahudi, Tiang Aisyah yang diyakini ditunjuk Aisyah sebagai tempat Rasulullah mengimami shalat berjamaah, dan Tiang Mukholaqah tempat bersandar nabi ke batang pohon kurma saat khutbah Jumat.

Di samping itu di Raudah ada juga Mihrab Nabi. Adapun rumah nabi berdampingan dengan masjid. Kini rumah ini menjadi makam Rasulullah SAW beserta dua sahabatnya Abubakar Shiddiq dan Umar Ibnu Khattab.

Secara khusus tidak ditemukan dalil tentang keutamaan shalat atau berdoa di Raudah selain pernyataan Rasulullah SAW dalam hadits riwayat Bukhori di atas. Namun fakta yang terjadi tempat antara rumah dan mimbar ini telah menjadi rebutan jamaah yang fenomenal. Semangat jamaah untuk shalat dan berdoa di Raudah memang hal wajar, asal mereka tidak saling menyakiti. Areanya terbatas. Kunci keberhasilan ibadah dan kabulnya doa bukan semata ditentukan oleh tempat tertentu seperti Raudah, akan tetapi di bagian manapun dari Masjid Nabawi kita beribadah. Syaratnya kita beribadah atau berdoa dengan  tata cara yang benar dan dengan kekhusyuan yang tinggi.

Sumber : republika.co.id

Write a Reply or Comment