Agenda Kegiatan
Buku Saku JIC

(No.12 Tahun 5, Oktober 2009) Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu pengetahuan dan peradabannya yang tinggi (Jacques C. Reister). Saban taun, ratusan ribu anak bangsa ini pergi haji. Mereka tidak sekedar menjalankan kewajiban untuk menggenapi kekurangan rukun Islamnya, tetapi pada hakekatnya mereka juga melakukan hijrah.Read more...
Khutbah Idul Adha 1430 H
.: Oleh : Didin Hafidhuddin :. Semangat berkorban dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS beserta keluarganya, demikian pula Rasulullah SAW dan para sahabatnya harus kita implementasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.Read more...
| Memergoki anak membuka situs porno !! | | Print | |
|
Ibu Nunki yth,
saya memergoki putri saya, 12 thn, telah membuka beberapa situs porno. Saya mengetahuinya saat mengecek history pemakaian Internet. Meski terkejut, saya berusaha tenang dan menasihatinya bahwa penggunaan Internet hanya untuk hal yang positif, tidak untuk membuka situs seperti itu.Dia mengatakan bukan dia yang membuka situs tsb melainkan temannya yang laki-laki saat mereka belajar kelompok di rumah. Dia juga memberitahu bahwa teman-temannya kerap janjian bertemu di warnet untuk membuka situs semacam itu. Dia minta maaf dan berjanji tidak mengulangi lagi. Namun beberapa minggu kemudian saya shock dan marah sekali padanya karena menemukan download video porno di flashdisk miliknya. Saya juga sedih kenapa putri saya tidak mematuhi nasihat saya bahkan tega mendownload gambar-gambar tidak senonoh yang dia tahu tidak benar. Ayahnya bahkan marah sekali dan menyuruh saya memutus Internet di rumah dan akan menghukum putri saya jika ketahuan ke warnet. Bu, apa yang harus saya lakukan? Saya tidak setuju melarang putri saya menggunakan Internet karena sebagai orang yang berkecimpung di IT, Internet banyak manfaatnya. Tapi putri saya sudah membohongi saya. Bagaimana cara saya mengontrolnya? Terima kasih atas jawaban ibu. Ibu Laila, Koja. Jakarta Utara. Jawaban : Waalaikum Salam Wr.Wb. Memang sedih ya Bu, jika putri yang kita sayangi dan percayai ternyata tega membohongi kita sebagai orang tua. Apalagi menyimpan video yang tidak pantas dilihat untuk anak seusianya. Ibu Laila dan pembaca terhormat, Dengan semakin murahnya tarif Internet, banyaknya area hotspot gratis serta masuknya jaringan Internet hingga ke desa-desa membuat pemakai internet merambah banyak kalangan. Beberapa minggu lalu saya bertemu dengan teman LSM peduli petani. Ia bercerita bahwa di desa-desa sekarang petani sudah mahir menggunakan Internet. Karena merasakan besarnya manfaat Internet, banyak yang bertekad menabung membeli komputer agar tidak tergantung pada komputer di balai desa sehingga dapat senantiasa memantau harga komoditas pertanian. Beberapa diantara mereka bahkan berhasil mendapat beasiswa keluar negeri melalui Internet. Padahal tidak seorang pun diantara mereka pernah menginjak kota apalagi ibukota Jakarta. (Bisa pembaca bayangkan betapa udik-nya). Bila sesama pengusaha bertemu kini, bukan alamat kantor yang ditanyakan tapi alamat email. Jadi kita lihat internet banyak berperan dalam keseharian sehingga langkah Ibu Laila mempertahankan saluran internet di rumah sudah benar. Bagaimana pun ini jaman internet. Mau tidak mau kita harus menerimanya sebagai bagian kehidupan sehari-hari jika tidak mau ketinggalan jaman. Lalu, bagaimana caranya kita menerima internet sekaligus melindungi anak dari pengaruh buruknya? Pertama, perlu kita pahami sebagaimana teknologi lainnya, ada sisi positif dan negatif di dalamnya. Meski komputer telah dilengkapi software yang mampu memfilter situs-situs porno, tetap saja tidak semua situs porno mampu disaring. Apalagi pembuat situs ini demikian cerdiknya sehingga situs yang terkesan untuk anak-anak bisa saja isinya gambar-gambar porno. Sama seperti ‘demam VCD’ dahulu. VCD bisa menjadi alat bermanfaat sekaligus bisa diputar untuk film porno. Jadi, semuanya kembali kepada hati manusianya. Kedua, kita perlu pahami bahwa di usia ini kelenjar hormon remaja sudah aktif sehingga timbul haid, payudara yang membesar pada remaja wanita dan mimpi basah pada remaja laki-laki. Mereka juga mulai tertarik pada lawan jenis dan lebih memperhatikan fisik dan penampilannya. Perubahan ini membuat mereka ingin tahu lebih jauh mengenai bagian intim tubuhnya serta aktivitas-aktivitas di seputar bagian tsb. Karena seksualitas adalah hal yang tabu dibicarakan bagi bangsa timur, remaja cenderung mencari informasi dari sebayanya atau media yang mudah mereka akses seperti Internet. Oleh karena itu penting sekali menjalin komunikasi yang terbuka antara orang tua dan remaja agar mereka nyaman mengkomunikasikan apa saja pada kita sebagai orang tua dan mendapatkan bimbingan serta informasi yang benar dari kita. Dari kedua hal tsb diatas, tidak mungkin menghindarkan anak dari foto maupun video porno di Internet. Bisa saja anak tidak sengaja membuka situs yang dikiranya aman namun ternyata ‘berbahaya’. Remaja juga dikelilingi oleh sesamanya yang serba mau tahu termasuk pada hal-hal berbau pornografi. Tidak mungkin kita mengontrol anak dimana dan kapan saja 24 jam. Yang lebih penting kita memberikan informasi yang benar pada anak bagaimana sebaiknya menyikapi serta tindakan yang sepatutnya diambilnya. Menurut saya, pornografi ibarat alkohol dan rokok (yang sebagian ulama sudah haramkan). Dalam keseharian kita tidak bisa menghindarkan kedai penjual alkohol di hotel maupun café serta melarang orang merokok dan minum bir. Yang penting anak kita tahu kegiatan tsb tidak baik dan haram. Dia bisa saja pergi ke restoran hotel tapi tidak akan memesan bir. Sama dengan Internet. Di Internet banyak situs porno yang bisa diakses tapi dia tidak memiliki keinginan untuk membukanya karena kegiatan itu haram dan tidak berfaedah. Jika pun terlanjur nyelonong atau mendapat gambar porno, dia akan langsung menghapusnya. Lebih jelasnya, saya ceritakan sebuah contoh percakapan antara saya dan anak perempuan saya. Suatu sore ia bercerita bahwa temannya kerap mengirimi foto telanjang di friendster-nya. Saya manfaatkan moment tsb untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai opininya dan bagaimana seharusnya ia bertindak. Saya tanyakan apa yang dirasakannya. Sambil malu-malu dia bilang mulanya suka, karena ehm..gambarnya kan bunda tahu sendiri ‘menarik’. Lama-lama ga suka, enek, sebel dan jijik. Kenapa? tanya saya. Ya, karena Bunda bilang gambar seperti itu dosa dan pengaruhnya tidak bagus. Dia jadi sulit tidur karena kepikiran gambar-gambar merangsang tsb. Saya tanya kalau begitu apa yang harus dilakukannya? Dia bilang sudah menegurnya tapi tetap saja dikirimin, bukan cuma dia, tapi banyak teman perempuan lain dikirimin juga, keluhnya. Saya katakan opini saya, teman yang baik adalah teman yang menghargai opini kita dan tidak memaksakan kehendaknya. Bagaimana pendapatmu Nak?, tanya saya. Ia tersenyum dan mengatakan akan bilang pada temannya, jika dia tidak hentikan kiriman foto tsb dia tidak akan mau berteman lagi. Saya mengacungkan jempol dan mengatakan pendapatnya bagus, berarti dia menjaga harkatnya sebagai perempuan yang harus dihargai. Kemudian saya bertanya bagaimana nasib foto-foto X yang telanjur dikirim ke friendsternya. Anak saya menjawab foto-foto tsb langsung di delete begitu ia terima. Mengapa? Bukankah foto itu ‘bagus’? tanya saya penasaran. Dia menjawab, ih..bunda, aku tidak mau adik-adik dan ayah melihat foto memalukan saat membuka Internet. Itu bukan foto yang bagus untuk disimpan. Tidak ada gunanya, tambahnya. Saya memeluknya bangga karena ia bisa memilah mana informasi yang bagus dan tidak berguna di intenet serta berani menyatakan pendapatnya pada temannya.Berikut tips lainnya :
PERLU ANDA TAHU! Kebanyakan gambar-gambar seksual di Internet adalah sadistis dan tidak senonoh seperti pedofilia (hubngan seksual dengan anak), lesbi, homo, dsb. Hal tsb wajar, karena bila gambarnya ‘tidak extra vulgar/heboh’ tidak akan membuat orang tertarik. Penting memberitahu remaja bagaimana sexualitas yang baik. Beberapa klien saya mengalami frigiditas karena sejak kecil mendapat informasi salah akibat melihat gambar-gambar tsb dalam pose vulgar dan sadistik. Demikian jawaban saya. Semoga membantu Ibu Laila dan para pembaca lain. Salam hangat. Wassalamu Alaikum Wr.Wb.Nunki Suwardi S.Psi
PROFIL : Nunki Suwardi S.Psi adalah Chief Officer dan konsultan di Wira Rakema Mental Health Training & Consultancy, sebuah jasa solusi dan pengembangan kesehatan mental. Berlatar pendidikan psikologi dan mendalami analisa subconscious khususnya tulisan tangan sejak 20 tahun lalu secara otodidak, Nunki menggunakan keahlian langkanya tsb untuk menangani konseling, rekrutmen, investigasi & terapi bagi klien individu, keluarga maupun eksekutif dari berbagai perusahaan nasional dan lembaga pendidikan terkemuka di Indonesia. Nunki aktif sebagai pembicara dan trainer di berbagai seminar, workshop dan pelatihan pengembangan diri. Kepeduliannya pada anak dan keluarga Indonesia turut mendorongnya mendirikan Klinik Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak.
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 4327 Trackback(0)
Comments (1)
![]() written by wahyudi, March 17, 2009
Ada ebook bagus tentang tutorial mensetting komputer agar bisa memblok situs-situs yang tidak layak dilihat oleh anak-anak. Sangat detail dan mudah diikuti. Dapatkan ebooknya di www.TokoEbook.Com
Write comment
|
|
|
|








