TIMBANGAN AMAL PERBUATAN PALING ADIL ADA DI AKHIRAT

Ilustrasi

JIC – Dalam Surat Al-A’raf Ayat 8 dan tafsirnya dijelaskan manusia akan ditimbang amal perbuatannya di akhirat. Timbangan yang digunakan adalah timbangan paling adil, namun hanya Allah yang tahu bentuk dan sifat timbangan tersebut.

وَالْوَزْنُ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْحَقُّۚ فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung. (QS Al-A’raf: Ayat 8)

Timbangan yang dimaksud dalam ayat ini tidak diketahui oleh manusia secara hakiki bagaimana bentuk dan sifatnya. Ihwal timbangan ini merupakan perkara gaib, manusia wajib mengimaninya dan hanya Allah yang tahu hakikatnya.

Maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya karena banyak melakukan kebaikan, mereka itulah orang yang beruntung. Mereka akan masuk surga dengan segala kenikmatan yang ada di dalamnya.

Dalam Tafsir Kementerian Agama, ayat ini menerangkan adanya timbangan di akhirat nanti. Timbangan ini wajib kita percayai karena dengan timbangan itulah akan diketahui besar kecilnya, berat ringannya amal seseorang.

Timbangan di akhirat nanti adalah timbangan yang seadil-adilnya dan tidak mungkin terjadi kecurangan dalam timbangan itu.

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حَاسِبِيْنَ

Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. (QS Al-Anbiya: 47)

Barangsiapa berat timbangan amalnya, karena iman yang dimilikinya adalah iman yang sebenarnya. Ibadahnya kepada Allah dilakukan sebanyak mungkin penuh dengan khusuk dan ikhlas, dan hubungannya dengan sesama manusia baik sekali.

Dia banyak menolong orang yang memerlukan pertolongan, membantu pembangunan masjid, madrasah, pesantren dan bangunan-bangunan lain yang digunakan memperbaiki dan meningkatkan akhlak umat, memelihara anak yatim, dan lain sebagainya. Manusia yang demikian inilah yang akan beruntung di akhirat nanti,

Mereka akan merasa puas menerima semua balasan amalnya di dunia sebagaimana firman Allah ini.

فَاَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهٗۙ  .  فَهُوَ فِيْ عِيْشَةٍ رَّاضِيَة

Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). (QS Al-Qari’ah: 6-7)

Sumber : republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

AGAR BERKAH, PERHATIKAN 6 ADAB MENCARI REZEKI INI

Read Next

KETIKA MASUK MASJID, MENGUCAPKAN SALAM ATAU SHALAT TAHIYAT DULU?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + two =