TINJAU PERMAKANAN DAN AKTIVITAS HARIAN PANTI, KOMISI E DPRD DKI JAKARTA APRESIASI DINSOS

JIC – Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi DKI Jakarta meninjau Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya Tebet milik Dinas Sosial DKI Jakarta. Peninjauan itu untuk melihat kondisi permakanan dan aktivitas harian anak-anak binaan panti.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi DKI Jakarta, Syahrial menyampaikan, dalam peninjauan tersebut pihaknya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Dinas Sosial dalam pemenuhan kebutuhan permakanan dan pembinaan anak-anak panti.

“Tahun sebelumnya, bayangkan mereka makan hanya 17 ribu rupiah perhari tiga kali makan. Gizi mereka bisa terganggu. Tapi yang akan datang gizinya meningkat,” tandas Syahrial ketika melakukan peninjauan di Panti, Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu (24/1).

Ia menambahkan, pada tahun 2017 nominal kebutuhan permakanan warga binaan panti hanya 25 ribu rupiah perhari tiga kali makan. Ketika sudah dilelang menjadi 17 ribu rupiah. Menurutnya nominal itu tidak cukup untuk makan tiga kali sehari. Sedangkan pada tahun 2018 ini anak-anak mendapatkan kenaikan permakanan menjadi 40 ribu rupiah perhari tiga kali makan. Ini sudah disesuaikan dengan Angka Kebutuhan Gizi per orang.

Pihaknya pun sempat ikut menikmati makanan yang dimakan oleh anak-anak panti.

“Makanannya enak. Kalau nggak malu saya nambah,” ujar Syahrial.

Ia melanjutkan, kenaikan jumlah nominal kebutuhan permakanan itu merupakan program prioritas yang dilakukan oleh Komisi E. Karena ini menyangkut kebutuhan gizi warga binaan sosial yang ada di semua panti milik Pemerintah DKI.

Di samping itu, Syahrial juga menyampaikan senang dan bangga ketika melihat kondisi panti. Karena selama ini belum mengerti kegiatan apa yang sudah dilakukan oleh panti-panti milik Dinas Sosial.

“Lain kali apa yang mau disampaikan ke Pemda silakan konsiltasikan ke Komisi E. Supaya kami backup. Apa yang jadi tujuan dan target yang ingin dicapai di Dinas Sosial,” ungkap Syahrial.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Masrokhan mengucapkan terima kasih telah memperjuangkan kenaikan nominal kebutuhan permakanan warga binaan panti.

“Semua panti telah menerima harga baru. Dibanding sebelumnya,  ke depan anak-anak binaan panti akan terpenuhi kebutuhan gizi mereka,” kata Masrokhan.

Menurutnya kebutuhan asupan makan ini menjadi penting untuk tumbuh-kembang anak-anak. Jika kekurangan gizi tentu akan berakibat pada kurangnya kemampuan anak-anak dalam menyerap pelajaran dan pelatihan-pelatihan untuk bisa mandiri.

“Meskipun kami bukan Dinas Tenaga Kerja, tapi kami bisa bantu mengantarkan anak-anak binaan kami untuk disalurkan ke dunia kerja. Mereka ada yang kerja di KPK, Kepolisian, Bank, hingga perusahaan-perusahaan,” ujar Masrokhan.

Ini dilakukan, katanya, karena warga binaan yang ada di panti-panti dianggap seperti keluarga. Mereka dianggap anak, dianggap saudara, dan dianggap orang tua.

Sumber : Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta

Write a Reply or Comment

five × 1 =