TRIK SEDERHANA MENJAGA HAFALAN AL QURAN

IMG_2260

JIC – Sudah bukan menjadi rahasia umum bahwa Al-Qur’an merupakan satu-satunya kitab Allah yang masih terpelihara keasliannya. Kitab suci yang masih murni, tanpa ada yang sanggup mengubahnya, menguranginya atau bahkan menambah kalimatnya.

Kemurnian dari kitab suci ini, di samping menjadi jaminan yang diberikan Allah sebagaimana yang Dia firmankan dalam Al Quran surat Al Hijr ayat 9: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Qs. Al Hijr: 9)

Sebuah ayat yang memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al Qur’an selama-lamanya. Juga karena dengan izin Allah jutaan umat Islam mampu menjaganya melalui hafalan.

Tak pandang usia, tak pandang profesi, tak pandang generasi tak pandang pula status ekonomi. Semua Allah beri kemampuan untuk bisa menghafal Al Qur’an.

Namun perlu diketahui bahwa kemampuan yang dimiliki manusia mempunyai tingkat yang berbeda. Ada yang mudah, ada yang sedang, ada juga yang sulit. Waktu yang diperlukan untuk menghafalpun berbeda. Ada yang hitungan minggu, bulan bahkan sampai tahunan.

Pun demikian ketika seseorang telah mengkhatamkan hafalan Al Qur’an, ataupun yang sedang dalam proses menghafal. Kewajiban mereka adalah menjaga hafalannya.

Secara konsep ada tiga Trik Sederhana untuk menjaga hafalan agar tetap nyantol di kepala. Konsep ini dinamakan dengan “Triple M” atau 3M, yaitu:

1. Membuat jadwal muroja’ah

Jadwal menjadi harga mati jika ingin hafalan tetap nyantol di hati. Tanpa jadwal maka murojaah kita akan kacau balau tiada beraturan. Untuk jadwal bisa dengan mingguan alias seminggu sekali khatam. Yang familiar adalah Jadwal Murojaah “Fami Bisyauqi”.

Bisa juga sepuluh harian dengan target 3 juz perhari atau bulanan, satu juz sehari.

2. Mencari partner

Meski tidak terlalu wajib, namun seorang partner atau teman atau bisa juga guru dalam menjaga hafalan amat diperlukan. Syukur teman itu juga seorang hafizh Al Qur’an. Karena dengan ini kita bisa tahu letak kesalahan hafalan kita.

Selanjutnya hal yang dilakukan adalah menyuruhnya menyimak hafalan kita, atau bergantian membaca (ayatan) dan sejenisnya.

3. Masuk Komunitas Penghafal Al Qur’an

Tujuan dari komunitas ini selain untuk menjaga hafalan juga untuk menjaga ruh dan semangat qurani yang telah melekat dalam diri kita melalui ayat-ayat Al Qur’an yang telah kita hafal.

Sebagai manusia tentu tak dapat dipungkiri semangat yang dimiliki suatu saat akan naik suatu saat akan turun. Di dalam komusnitaslah semua masalah ini bisa terobati.

Bisa komunitas alumni pesantren tempat dulu menghafal, alumni sekolah, komunitas simaan Al Qur’an seperti Rutinan dan Mantaban, komunitas ODOJ (One Day One Juz) dan sebagainya.

Itulah 3 Trik Menjaga Hafalan Al Qur’an secara konseptualitas.

Namun demikian ada satu hal lagi cara yang lebih sederhana dan mengena. Cara yang kebanyakan orang melalaikannya.

Berangkat dari sebuah ayat yang Allah SWT abadikan dalam Al Quran surat Al Muzzammil ayat 6: “Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu) dan bacaan (Al Quran) di waktu itu lebih berkesan.”

Maka metode sederhana untuk menjaga hafalan Al Qur’an adalah membacanya di saat-saat shalat malam.

Lalu bagaimana jika tidak sempat bangun malam? Saya akan balik bertanya, berapa raka’at kamu shalat wajib? Berapa raka’at pula kamu melaksanakan shalat sunnah?

Jika kamu telah menemukan jawabannya, maka saya juga akan memberikan jawabannya. Jika tidak sempat kamu baca di saat-saat shalat malam, maka bacalah di saat kamu selesai membaca surat Al Fatihah dalam shalatmu.

Tidak harus menunggu hafalan banyak, atau menunggu selesai juz dan surat. Tetapi cukuplah dengan apa yang telah kamu hafal kamu praktekkan.

“Amal yang paling disukai oleh Allah adalah amalan yang sedikit dan istiqamah (kontinue)” (HR. Muslim)

Sedehana bukan? Semoga artikel ini bermanfaat.

Sumber ; Ummi-0nline.com

 

Write a Reply or Comment

six − five =