Ulama Malaysia Tuntut Pemerintah Batasi Promosi Hari Valentine

Asosiasi Ulama Malaysia (PUM) ingin pemerintah membatasi promosi Hari Valentine untuk mencegah umat Islam merayakan menjadi festival yang mereka anggap anti-Muslim terseut.

“PUM juga mendukung inisiatif yang dilakukan oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim) yang telah meluncurkan kampanye “Awas jerat Valentine” dengan Departemen Wilayah Federal Urusan Islam (Jawi) serta LSM Raudhah Sakinah. Pada saat pendekatan harus dikembangkan di seluruh negeri sehingga kita dapat membangun pemahaman tentang Islam terutama di kalangan pemuda dalam menangani masalah tersebut secara obyektif.

Asosiasi Ulama Malaysia (PUM) ingin pemerintah membatasi promosi Hari Valentine untuk mencegah umat Islam merayakan menjadi festival yang mereka anggap anti-Muslim terseut.

“PUM juga mendukung inisiatif yang dilakukan oleh Departemen Pembangunan Islam Malaysia (Jakim) yang telah meluncurkan kampanye “Awas jerat Valentine” dengan Departemen Wilayah Federal Urusan Islam (Jawi) serta LSM Raudhah Sakinah. Pada saat pendekatan harus dikembangkan di seluruh negeri sehingga kita dapat membangun pemahaman tentang Islam terutama di kalangan pemuda dalam menangani masalah tersebut secara obyektif.

“Pada saat yang sama, PUM juga merekomendasikan agar pihak yang bertanggung jawab seperti Jakim, Urusan departemen Islam, Kementerian Informasi, Komunikasi dan Budaya (KPKK), departemen dalam negeri (KDN), Komunikasi Malaysia dan Komisi Multimedia (MCMC) serta pihak lainnya terus memantau melalui media cetak dan elektronik sehingga tidak akan ada suatu kampanye, iklan, serial TV, film dan artikel yang akan mendorong umat Islam untuk berpartisipasi dalam perayaan Hari Valentine,” sekjen PUM Dr Mohd Roslan mengatakan dalam pernyataan Senin kemarin (13/2).

Dia menunjukkan bahwa umat Islam harus mematuhi keputusan yang disampaikan oleh Dewan Fatwa Nasional pada tahun 2005, yang memutuskan bahwa Hari Valentine bukanlah perayaan bagi umat Islam.

“Semangat perayaan itu memiliki unsur-unsur Kristen serta budaya yang dicampur dengan kegiatan amoral yang bertentangan dan dilarang oleh Islam,” kata Mohd Roslan.

Dia mengatakan sangat penting bahwa Muslim memahami bahwa merayakan hari Valentine adalah kegiatan yang dilarang dalam Islam karena mengandung unsur-unsur anti-Islam.

“PUM juga ingin menyarankan non-Muslim untuk memahami masalah ini secara obyektif serta menghormati prinsip-prinsip Islam yang wajib bagi umat Islam untuk mengikutinya. Dasar dari hukuman hanya berlaku untuk umat Islam,” tegasnya.

PUM sebelumnya mendesak umat Islam untuk menjauh dari perayaan agama non-Muslim setelah kunjungan perdana menteri untuk perayaan Thaipusam pekan lalu.(fq/myinsdr/eramuslim)

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/ulama-malaysia-tuntut-pemerintah-batasi-promosi-hari-valentine.htm

Write a Reply or Comment

six − 2 =