UNTA YANG MEMATAHKAN RENCANA ABU JAHAL (PART I)

JIC – Setelah berbagai usaha oleh kaum Quraisy untuk menyekat dan menghapuskan penyebaran agama Islam menemui kegagalan, maka Abu Jahal semakin benci terhadap Rasulullah S.A.W. Kebencian Abu Jahal ini tidak ada tolok bandingnya, malah melebihi kebencian Abu Lahab terhadap Rasulullah S.A.W.

Melihatkan agama Islam semakin tersebar, Abu Jahal pun berkata kepada kaum Quraisy di dalam suatu perhimpunan, “Hai kaumku! Janganlah sekali-kali membiarkan Muhammad menyebarkan ajaran barunya dengan sesuka hatinya. Ini adalah kerana dia telah menghina agama nenek moyang kita, dia mencela tuhan yang kita sembah. Demi Tuhan, aku berjanji kepada kamu sekalian, bahwa esok aku akan membawa batu ke Masjidil Haram untuk dibalingkan ke kepala Muhammad ketika dia sujud. Selepas itu, terserahlah kepada kamu semua mau menyerahkan aku kepada keluarganya atau kamu membela aku dari ancaman kaum kerabatnya. Biarlah orang-orang Bani Hasyim bertindak apa yang mereka sukai.”

Tatkala mendengar jaminan daripada Abu Jahal, maka orang ramai yang menghadiri perhimpunan itu berkata secara serentak kepadanya, “Demi Tuhan, kami tidak akan sekali-kali menyerahkan engkau kepada keluarga Muhammad. Teruskan niatmu.”

Orang ramai yang menghadiri perhimpunan itu merasa bangga mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Abu Jahal bahwa dia akan menghapuskan Muhammad kerana jika Abu Jahal berjaya menghapuskan Nabi Muhammad S.A.W berarti akan terhapuslah segala keresahan dan kesusahan mereka selama ini yang disebabkan oleh kegiatan Rasulullah S.A.W menyebarkan agama Islam di kalangan mereka.

Saat itu, sebagian tengah merencanakan untuk mengadakan pesta kemenangan mereka. Mereka menganggap dengan membunuh Nabi Muhammad adalah perkara mudah. Padahal Allah tidak akan sekali-kali membiarkan kekasih-Nya diancam dan diperlakukan seperti binatang.

Keesokannya dengan penuh rasa bangga Abu Jahal pergi ke Ka’bah, tempat dimana biasa Nabi Muhammad beribadah. Langkahnya seperti seorang satria ditangannya membawa batu besar. Beberapa orang quraisy ikut mengiringi Abu Jahal yang ingin menghentakkan batu di kepala Nabi Muhammad. Sepanjang Jalan Abu Jahal membayangkan keadaan Nabi Muhammad setelah ia hentakkan batu ke kepala Nabi Muhammad. Selain itu ia juga membayangkan, ia akan disambut oleh kaumnya karena ia telah menang dengan membunuh musuh terbesarnya, Nabi Muhammad.

Abu Jahal pun tiba di pekarangan Masjidil Haram, ia melihat Rasulullah baru saja sampai dan akan mengerjakan sholat. Saat itu Rasulullah tidak menyadari akan kehadiran Abu Jahal dan orang quraisy. Dan tak pernah terpikirkan pula oleh Rasulullah perbuatan jahat Abu Jahal terhadap dirinya pada hari itu.

Sumber: Kumpulan Kisah Teladan Islami

Write a Reply or Comment

eleven + 16 =