UNTUK MU YANG LAGI PACARAN

JIC – Dalam hubungan tanpa ikatan yaitu pacaran seringkali akhwat yang menjadi korban, entah itu korban perasaan ataupun korban penipuan, entah kenapa pacaran itu di jadikan trendi masa kini yang membuat para pemuda pemudi hanya mencari kepuasaan birahi bukan cinta sejati. Perlu kita ketahui bahwa cinta itu suci, jangan kau nodai dengan nafsu syahwat. Ada yang bilang kalau pacaran itu ada batasnya, batasnya itu yang seperti apa?

Pacaran kok ada batasnya, Ngaur… Di dalam Al-Qur’an Allah SWT sudah memerintahkan bahwa QS. Al- Isra:32 “ Janganlah kamu mendekati zina sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. Dari surat di atas kita bisa mengambil kesimpulan bahwa mendekati saja tidak boleh, apalagi mengerjakan. Betul atau benar?

Ok, sekarang kita rumuskan dengan sederhana P=K M=D Pacaran= khalwat__ menjadi__ Maksiat= Dosa Maksiat yang dilakukan akan menjadi Dosa, benar atau betul? Okeh kita sudah tahu kalau pacaran itu haram, tetapi mengapa masih dilakukan? Ada beberapa tanggapan bahwa : “ kalau gak pacaran gak enak (dikata makanan basi gak enak)”, “ kalau gak pacaran jiwa dan hati menjadi sepi (kuburan kali sepi)”, “kalau gak pacaran gak Gaul, “ kalau gak pacaran Cupu, “ kalau gak pacaran ketinggalan zaman, dan parahnya lagi, “Mumpung masih muda Coy, kapan lagi gonta ganti pacar?” Parahkan …

Saya yakin anda ingin mendapatkan istri/suami yang sholeh atau sholehah, tetapi betapa kecewanya anda jikalau anda tahu bahwa ia pernah berpangku tangan dengan orang lain. Di dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman :

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rizki yang mulia (surga).” QS. An-nur:26

Nah dalam ayat di atas kita bisa mengambil kesimpulan lagi bahwa calon suami atau istri kita pernah melakukan hal yang sama halnya dengan kita dalam arti negatif (pacaran,berjudi,minum-minuman, dll). Gak akan bisa anda mendapatkan istri yang sholeha jikalau anda sendiri belum menjadi suami yang sholeh, begitu juga sebaliknya. Maka dari itu mumpung masih muda, kita fokuskan diri kita untuk beribadah dan berdakwah, gak usahlah kita berpoyah-poyah gak penting, apalagi Pacaran.

Buat yang masih pacaran jangan takut buat mutusin si dia, Lebih milih mana Allah atau si dia? Lebih takut mana Allah atau si dia? Udahlah putusin ajah milih mana Neraka atau Surga? Udahlah putusin aja. Dunia ini gak selebar daun kelor kok dan lagi juga masih banyak akhwat atau ikhwan yang soleh dan soleha yang menunggu anda di luar sana. Kalau kamu ingin mendapatkan istri atau suami yang sholeh atau sholeha Perbaiki diri kamu mulai dari sekarang yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untuk mu.

Sumber: Harun Tsaqif.blogspot.co.id

Write a Reply or Comment