WAHAI WANITA, JANGAN TERLENA DENGAN KECINTAAN DAN KEBENCIANMU

Wahai wanita, jangan terlena dengan kecintaan dan kebencianmu

JIC – Cinta adalah perasaan yang terdapat pada diri manusia sebagai fitrah namun cinta dapat menggoyahkan iman jika belum mampu menjaganya. Sebuah pepatah dari Ibn Qoyyim Al-Jauziyah “Jika hati tidak diisi kecintaan kepada Allah, maka ia akan diisi kepada kecintaan selainNya”.

Wanita dianugrahi perasaan yang sangat mendalam, karena memang telah Allah siapkan untuk menjadi seorang ibu yang harus memiliki kasih sayang dan perhatian yang mendalam juga. Untuk menghadapi dan mendidik anak-anak, maka perlu perhatian serta kasih sayang. Ini merupakan kelebihan bagi seorang wanita, akan tetapi setiap kelebihan pasti memiliki kelemahan. Kelemahannya adalah terkadang perasaan menutupi akal sehatnya, perasaan dalam pertimbangan mengambil keputusan bisa mengalahkan keputusan akal sehat. Dan ini memang harus dipahami karena wanita memang ingin lebih dimengerti.

Ketika seorang wanita telah mencintai, maka ia akan sangat mencintai, sebaliknya jika ia benci, maka ia akan sangat benci. Ini adalah mayoritas sifat dari wanita. Beberapa ahli psikologi dan beberapa ulama yang ahli mengenai hal ini mengatakan bahwa wanita memang tidak bisa membagi cinta, karena begitulah tipe cinta wanita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka (wanita) sepanjang setahun, kemudian melihat sesuatu yang mengecewakan, dia akan berkata, ’Saya tidak pernah melihat kebaikanmu sedikitpun” dari hadits tersebut dapat disimpulkan sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, “Cintailah orang yang kau cintai sekadarnya, bisa jadi suatu hari ia akan menjadi orang yang kau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sekadarnya bisa jadi suatu hari ia menjadi orang yang kau sayangi”. Oleh karena itu cintailah sesuatu sewajarnya, begitu pula ketika membenci, bencilah dengan sewajarnya.

Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam. bersabda, Dari Aslam bahwa Umar bin Khaththab radhiallahu anhu berkata, “Janganlah cintamu menjadikan keterlenaan bagimu, dan jangan pula kebencianmu menjadikan kehancuran bagimu.

Aku (Aslam) berkata, “Bagaimanakah itu?”

Umar berkata, “Bila engkau mencitainya, maka engkau mencintainya sampai engkau terlena seperti layaknya seorang anak kecil, dan bila engkau membenci, engkau menginginkan kehancuran baginya.” Demikianlah, kita diperintahkan agar bersikap pertengahan dalam sesuatu hal. Tidak terlalu ekstrim dan tidak terlalu meremehkan juga.

Allah SWT. berfirman, “Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang pertengahan dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu….” (QS. Al Baqarah: 143).

Sumber: Program Teladan Muslimah_Radio JIC

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

INILAH WANITA YANG PALING BAIK

Read Next

PENTINGNYA SALING MEMAHAMI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =