YANG TERJADI JIKA LUPA MEMBACA NIAT PUASA RAMADAN

Ilustrasi: Niat merupakan syarat pertama rukun menunaikan ibadah puasa Ramadan. (Foto: iStockphoto/seksanwangjaisuk)
Jakarta, JIC — Niat merupakan rukun pertama dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Rukun sendiri merupakan hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah.

Selain niat, rukun kedua dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan adalah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam menjelaskan, niat merupakan rukun puasa dan dilakukan sebelum masuk waktu puasa. Namun, niat menurut dia juga tak selalu harus diucapkan atau dilafalkan.


“Di awal malam puasa, kita bisa berniat untuk puasa Ramadan selama sebulan penuh,” kata Asrorun kepada CNNIndonesia.com beberapa waktu lalu.

“Karena rukun, maka pelaksanaan puasa Ramadan harus ada niat. niatnya di malam, sebelum fajar tiba. Ibadah puasa itu masuk kategori ibadah mahdlah sehingga harus ada niat untuk pelaksanaannya,” ucap dia lagi.

Lantas bagaimana jika lupa mengucapkan niat puasa?

Asrorun mengatakan tanpa niat, puasa seseorang dinyatakan tidak sah. “Kalau dia sama sekali tidak niat puasa, apalagi niat untuk tidak berpuasa, kemudian pagi hari ia mau berpuasa, maka tidak sah puasanya,” tambah dia.

Namun lain halnya jika memang tekad berpuasa itu sudah diniatkan sebelum waktu puasa tiba, misalnya setelah tarawih. Atau pada awal Ramadan tiba.

Yang Terjadi Jika Lupa Membaca Niat Puasa RamadanFoto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

“Beda halnya kalau dia memang sebelumnya berbuka, terus Tarawih dan dia saat awal Ramadan diketahui berniat untuk puasa satu bulan penuh, kemudian di salah satu malam dia ketiduran hingga subuh belum membaca niat, maka ia tetap bisa berpuasa karena pada hakikatnya dia sudah niat puasa Ramadan utuh selama Ramadan,” jelas Asrorun.

Serupa diutarakan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LD PBNU) Maman Imanul Haq saat menjawab pertanyaan dalam tayangan TAJIL (Tanya Jawab Seputar Islam). Ia memaknai, niat merupakan sesuatu yang penting dalam ibadah.

“Sah atau tidaknya suatu ibadah itu tergantung pada niatnya. Apalagi dalam puasa Ramadan,” ucap dia.

Ia tak menampik jika ada pendapat yang membolehkan niat puasa Ramadan selama sebulan penuh di awal waktu. Namun sebagai bentuk kehati-hatian, ia menyarankan setiap Muslim berniat setiap malam selama sebulan berpuasa. (NMA)

Sumber : cnnindonesia.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

INSPIRASI : SUJUD MOHAMED SALAH YANG UBAH CARA DUNIA MELIHAT ISLAM

Read Next

DEWAN SOROTI PENGHAPUSAN TUNJANGAN ASN PEMPROV DKI MULAI MEI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 − five =