Yassmin Abdel Magied, Muslimah di Arena Formula Satu

Yassmin Abdel Magied. Kecintaan Yassmin Abdel-Magied, 19 tahun, akan dunia balap sudah sedari kecil. Mahasiswa universitas Brisbane ini mengaku terpikat pada Ferari. “Aku suka mesin-mesin yang indah,” ujarnya. <REPUBLIKA.CO.ID, BRISBANE>

Kecintaan Yassmin Abdel-Magied, 19 tahun, akan dunia balap sudah sedari kecil. Mahasiswa universitas Brisbane ini mengaku terpikat pada Ferari. “Aku suka mesin-mesin yang indah,” ujarnya. <REPUBLIKA.CO.ID, BRISBANE>

Kini, Yassmin Abdel-Magied mencatatkan namanya sebagai  Muslimah Australia pertama yang terjun di kancah Formula Satu (F1).  Ia kerap menerima cibiran, bahwa ia hanya mencari sensasi. “Semua orang mengira itu bohongan,” katanya sambil tertawa.

Jangankan berada di atas mobil balap, memasuki lapangan balap saja, orang kerap melihat sebelah mata. Namun, ia tak peduli. “Balap sudah menjadi bagian hidup saya sejak enam tahun lalu,” ujarnya.

Yassmin Abdel Magied.
Yassmin tumbuh dalam keluarga imigran asal Sudan.  Yassmin lahir di ibukota Sudan, Khartoum. Ayahnya adalah seorang insinyur listrik dan ibunya seorang arsitek.Orang tuanya membawanya ke Australia saat ia masih balita.

Beda dengan imigran yang lain, Abdel Magied kerap membawa anak perempuannya menekuni hobi lamanya, balap mobil. “Dia benar-benar pemecah sterotip,” ujarnya.

Kendati sibuk balapan, Yassmin tetap aktif kuliah. Ia kini duduk di tingkat akhir untuk meraih gelar sarjana teknik mesin di  di University of Queensland. Gadis yang pernah dinobatkan sebagai The Young Queenslander of the Year pada tahun 2010, ini juga pelatih tim sepak bola Muslimah, Shinpads and Hijabs. Dia juga  anggota dari Queensland Design Council dan di organisasi Youth Without Borders.

“Aku tidak pernah mendapatkan delapan jam tidur di malam hari,” katanya. “Tapi aku baik-baik saja dengan itu, saya menikmati sedang sibuk, saya menikmati membantu orang … bila anda ingin melakukan hal-hal bermanfaat, Anda akan selalu menemukan waktu untuk itu.”

 

Red: Siwi Tri Puji B
Sumber: Muslim Village

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

Peminat Studi Islam di Universitas Jerman Meningkat

Read Next

Din Ajak Tokoh Agama Serukan Moral Basmi Kemunafikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one + 10 =