HIJRAH DI JALAN ALLAH

hijrah-di-jalan-allah

Dan barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
[Surat An-Nisa’: 100]

JIC- Ibnu Abi Hatim dan Abu Ya’la meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Dhamrah bin Jundab suatu ketika ingin meninggalkan rumahnya untuk berhijrah. Ia berpesan kepada keluarganya agar melindunginya dan mengeluarkannya dari negeri musyrikin menuju sisi Rasulullah saw. Ia kemudian meninggal di perjalanan sebelum tiba di sisi Rasulullah. Lalu turunlah ayat ini

Hijrah yang dilakukan adalah hijrah di jalan Allah. Bukan hijrah untuk mencari kekayaan, menyelamatkan diri dari penderitaan, mencari kenikmatan dan kesenangan, dan tujuan-tujuan lain duniawi. Ketika hijrah tidak diniatkan demikian niscaya ia mendapatkan kelapangan di muka bumi, sehingga bumi tidak terasa sempit, tidak kehilangan upaya dan jalan untuk mendapatkan keselamatan, rezeki dan kehidupan

Ketika niat hijrah sudah ditetapkan untuk Allah semata, saat perjalanan hijrah kematian menjemput. Maka pahalanya meliputi; pahala hijrah, pahala kepergiannya, pahala sampai ke negeri yang dituju, dan pahala hidup di negeri yang dituju

Rasulullah saw bersabda,

لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ، وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

Tidak ada lagi hijrah setelah peristiwa Fathu Mekkah. Kelak yang ada hanyalah berjihad dan meneguhkan niat. Jika kamu harus keluar dari suatu negeri itu (demi kebaikan) maka lakukanlah
(HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)

وَاِنِّيْ لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk.
[Surat Tha-Ha: 82]

Pesan Imam Ibnu Al-Jauzi,

Maksiat yang disusul dengan maksiat adalah siksaan atas maksiat itu sendiri, dan kebaikan yang berbuah kebaikan adalah balasan atas kebaikan itu pula.

Berada di rumah atau melangkahkan kaki untuk berhijrah di jalan Allah, kematian akan tetap menjemput kita. Rugilah kiranya jika tidak berhijrah, tidak mendapatkan pahala, tidak mendapatkan pengampunan, dan tidak mendapatkan rahmat Allah

Semoga Allah ta’ala mudahkan kita berhijrah di jalan Allah. Aamiin

*Diangkat dari artikel berseri Ayat-Ayat Pendidikan bagian ke-13 yang ditulis oleh Ustadz Arief Rahman Hakim, M.Ag (Kepala Sub Divisi Pendidikan dan Pelatihan PPPIJ)

 

 

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

KETUA KOMISI LUAR NEGERI MUI SAMPAIKAN 5 DEKLARASI KOMUNITAS MASJID ASEAN

Read Next

PENOLAKAN DAN ANCAMAN, TABLIGH AKBAR USTADZ HANAN ATTAKI BATAL

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Open chat
Konsultasi Online JIC
Kirimkan pertanyaan kepada kami...