KESENIAN DI MASA NABI MUHAMMAD

JIC – Kesenian merupakan salah satu bagian yang mewarnai kehidupan manusia. Di era sekarang, seni juga bisa digunakan sebagai  ladang mencari nafkah untuk bertahan hidup di dunia. Terdapat begitu banyak macam kesenian, diantaranya, seni musik, tari dan lain sebagainya. Pada masa Nabi SAW pun tentu ada beberapa macam kesenian. Berikut ini macam-macam kesenian yang ada di masa Nabi Muhammad Saw :

Ragam Kesenian di Masa Nabi Muhammad

Pertama, Seni Memahat Pedang

Seni dalam memahat pedang merupakan salah satu seni yang ada di masa Nabi SAW Pedang merupakan alat utama dalam peperangan selain panah. Tentu seni dalam membuat pedang berguna untuk persenjataan kaum muslim dalam memerangi orang kafir yang menyerang mereka. Para sahabat kala itu menajamkan pedang menggunakan batu.

Pedang merupakan komoditi yang paling masyhur diproduksi pada masa Nabi SAW Bukti bahwa pedang yang tajam merupakan komoditas yang paling banyak dibuat pada masa itu adalah terdapat tiga puluh pedang tajam yang mewarnai peperangan Khaibar. Tidak hanya itu, membuat pedang yang tajam merupakan kebutuhan manusia kala itu untuk bertahan hidup. (Hafidz Ahmad ‘Ujaj al-Karami, Al-Idarah fi Ashrir Rasul SAW, hal 176)

Nabi SAW pernah mengutus dua orang sahabat yakni Urwah bin Mas’ud dan Ghilan bin Salamah untuk mempelajari cara membuat ad-Dababah (sejenis alat perang jaman dulu). (Al-Ishabah, jus 2 hal 476)

Kedua, Seni Kaligrafi

Awal mula seni kaligrafi di kalangan bangsa Arab adalah saat turunnya ayat-ayat al-Qur’an kepada Nabi SAW Pada saat itu belum banyak yang menyadari pesan-pesan yang dibawa ayat dalam konteks tulis menulis. Hanya ada beberapa tokoh yang belajar menulis  dari Bisyr dan Harb, dua moyang pembawa kaligrafi kepada tokoh-tokoh Quraisy. Mereka adalah Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Talhah bin Abdullah, Abu Ubaydah bin al-Jarrah dan Mu’awiyah bin Abu Sufyan.

Awal kebangkitan gairah tulis menulis di kalangan umat muslim baru ada setelah Nabi SAW dan para pengikutnya hijrah ke kota Madinah. Salah satu perhatia Nabi SAW dalam dunia tulis menulis adalah Beliau meminta para tawanan perang Badar yang  tidak mampu membayar tebusan untuk mengajar sepuluh anak muda Madinah membaca dan menulis. (Prof. Dr. Saifullah dan Dr. Febri Yulika, Sejarah Perkembangan Seni dan Kesenian Dalam Islam, hal 54-55)

Ketiga, Seni Musik dan Tari

Seni musik da tari pada masa Nabi SAW tidak menampakkan perkembangan yang berarti. Kedua jenis seni ini hanya sebatas kelanjutan dari masa sebelum Islam. Alat musik yang dipakai, seperti seruling, gendang, ghubaira (sejenis gitar) dan rebana.

عَنْ عَائِشَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَعْلِنُوْا هذا النِّكَاحَ وَاضْرِبُوْا عَلَيْهِ بِالْغرباَل

“Dari Aisyah Ra. dari Nabi SAW, Beliau bersabda ‘Umumkanlah pernikahan ini dan tabuhlah rebana’.” (Muhammad bin Yazid al-Qazwaini, Sunan Ibnu Majah, jus 1 hal 611)

عَنْ أَبِي مُوسَى ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : لَهُ يَا أَبَا مُوسَى لَقَدْ أُوتِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ

Dari Abu Musa Ra. dari Nabi SAW, Beliau bersabda kepada Abu Musa, ‘Wahai Abu Musa, sesungguhnya aku telah diberi seruling dari seruling-seruling-nya keluarga Dawud’.” (Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih Bukhari, jus 6 hal 241)

عَنْ مُجَاهِد قَالَ كُنْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ فَسَمِعَ صَوْتَ طبل فَأَدْخَلَ أُصْبُعَيْهِ فِي أُذُنَيْهِ ثُمَّ تَنَحَّى حَتَّى فَعَلَ ذلك ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ قَالَ هكذا فَعَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Mujahid, ia berkata, ‘Aku pernah bersama Ibnu Umar, kemudian tiba-tiba ia mendengar suara dentuman gendang, maka beliaupun memasukkan kedua jarinya ke dalam telinganya dan menjauh. Beliau melakukan hal tersebut sebanyak tiga kali, kemudian berkata, ‘Demikianlah yang Rasulullah SAW lakukan’.” (Muhammad bin Yazid al-Qazwaini, Sunan Ibnu Majah, jus 1 hal 613)

Dari ketiga hadis di atas, kita dapat mengetahui bahwa alat musik seperti rebana, gendang dan seruling ada di masa Nabi SAW.

Penyebab Minimnya Perkembangan Seni Musik dan Tari di Masa Nabi SAW

Minimnya perkembangan seni musik dan tari ini, sekurang-kurangnya karena dua hal. Satu, adanya beberapa hadis yang melarang bahkan mengharamkan alat-alat musik dan nyanyian, sehingga menjadika sebagian kaum muslim melarang memainkannya. Padahal, kalau kita telusuri lebih jauh, Nabi SAW melarang permainan tersebut seandainya disertai dengan hal-hal lain yag diharamkan. Sebab kedua, adalah keadaan kaum muslim saat itu belum mendapat bayak pengaruh dari kebudayaan-kebudayaan lain.  (Prof. Dr. Saifullah dan Dr. Febri Yulika, Sejarah Perkembangan Seni dan Kesenian Dalam Islam, hal 57-58)

Keempat, Seni Sastra (Syair)

Syair merupakan salah satu seni yang ada di masa Nabi SAW Perkembangan sastra syair di masa Nabi SAW belum begitu banyak perkembangan. Hal ini dikarenakan, periode ini masihlah kelanjutan dari tradisi sebelumnya. Tokoh sastra yang amat dikenal yakni sahabat Ali bin Abi Thalib Ra. dimana karya syair dan prosa-nya (baik dalam bentuk surat atau nasihat) masih terjaga hingga kini.

Salah satu bukti bahwa seni syair ada di masa Nabi SAW adalah hadis dari Abu Hurairah :

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَصْدَقُ بَيْتٍ قَالَهُ الشَّاعِرُ أَلاَ كُلُّ شَىْءٍ مَا خَلاَ اللَّهَ بَاطِلٌ وَكَادَ ابْنُ أَبِى الصَّلْتِ أَنْ يُسْلِمَ

Dari Abu Hurairah Ra., bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Sya’ir paling benar yang pernah di ucapkan oleh penyair adalah syair “Alaa, kullu syaiin maa khalallaha bathil (Ketahuilah, segala sesuatu selain Allah itu pasti binasa).” Hingga hampir saja Umayyah bin Abu Shalt masuk Islam’.” (Muslim bin al-Hajjaj an-Naisaburi, Shahih Muslim, jus 7 hal 49)

Demikianlah ragam kesenian yang ada di masa Nabi Muhammad SAW Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

Sumber : bincangsyariah.com

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

TANDA MATINYA HATI MENURUT SYEKH ATHAILLAH AS-SAKANDARY

Read Next

USAID BIN HUDHAIR, LANTUNAN ALQURANNYA DIDENGAR MALAIKAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − six =