MUI AJAK ELEMEN BANGSA BERSINERGI TANGANI DAMPAK PANDEMI

Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat – Lukmanul Hakim. Foto: Republika/Putra M. Akbar

JIC – Ketua Gerakan Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua Bidang Ekonomi MUI Lukmanul Hakim menegaskan Gernas MUI ini bukan bertujuan mengambil alih tugas atau program lembaga-lembaga yang telah ada, namun sebagai ruang konsolidasi agar seluruh elemen bangsa dapat maju bersama untuk menangani dampak pandemi.

“Kita mungkin saja melakukan duplikasi dari kegiatan serupa yang pernah ada, namun kita akan sinergikan agar tidak terjadi penumpukan program, sebaliknya akan semakin memperluas jaringan. Jadi kami akan mengandalkan data yang telah ada, ditambah data terbaru dari RT/RW dan melakukan maping bersama para filantropi dan pemerintah agar lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu,” katanya, Ahad (18/7).

Dia mengatakan, hingga saat ini pemerintah, mulai dari kementerian hingga badan terkait, telah setuju untuk mendukung gerakan nasional MUI. Namun belum banyak lembaga non-pemeritah yang telah bergabung, kata dia.

“Kita masih menyasar lebih banyak lagi, karena sampai saat ini masih lembaga besar saja yang sudah bergabung, karena kita tahu sangat banyak lembaga kecil di masyarakat yang memiliki fokus dan kepedulian serupa, maka kita ingin memperluas sinergi,” ujarnya.

“Kami insya Allah akan mengundang seluruh elemen dan bersinergi bersama karena MUI ingin menyediakan ruang konsolidasi agar lebih banyak lagi masyarakat yang terbantu,” pungkasnya.

Gerakan nasional itu diluncurkan di Kota Tua, Jakarta, pada 12 Juli sebagai lanjutan dari arahan Wakil Presiden Prof KH Maruf Amin. Gerakan itu bertujuan untuk bersama-sama pemerintah dalam percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 dalam kesehatan dan ekonomi.

Penanganan Covid-19 dalam hal kesehatan berfokus dalam penyediaan vaksin, penyediaan obat-obatan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, ketersediaan oksigen, ketersediaan masker, ketersediaan handsanitizer, ketersediaan ambulans, dan ketersediaan ruang perawatan darurat di rumah sakit untuk warga.

Semua itu dalam satu informasi secara nasional melibatkan semua unsur pemangku kebijakan dengan target warga isolasi mandiri maupun dalam perawatan di rumah sakit. Penanganan Covid-19 di bidang kesehatan juga memiliki fokus dalam hal pengurusan jenazah dalam hal ketersediaan peti, pemandian dan penguburan.

Sedangkan pemulihan ekonomi berfokus pada tiga hal, ketersediaan pangan pada situasi PPKM Darurat warga secara umum serta untuk isolasi mandiri maupun dalam perawatan di rumah sakit, memberikan stimulus kepada UMKM melalui skema lembaga keuangan dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat miskin baru terdampak pandemi.

Pendataan berfokus pada masyarakat miskin baru, seperti dai, ustadz, pemuka agama, pekerja informal, pengurangan tenaga kerja dampak pandemi serta masyarakat yang tidak terdaftar dalam jaring pengaman sosial pemerintah, baik melalui RT/RW, jaringan pemangku kepentingan maupun kanal lainnya.

MUI mengimbau masyarakat secara umum ikut ambil bagian secara langsung dalam gerakan solidaritas nasional saling bantu dan saling kawal. MUI juga menyerukan untuk seluruh umat Muslim, khususnya membangun solidaritas nasional, dimulai dari kepedulian terhadap tetangga dan lingkungan sekitar rumah.

Sumber : republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

WAPRES DAN ORMAS ISLAM IMBAU UMAT SHALAT IDUL ADHA DI RUMAH

Read Next

LIMA MASJID ARAB SAUDI DIBUKA KEMBALI SETELAH DIBERSIHKAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =