SYAIKH ALI JUM’AH: SAYA BERSAMA HAMAS

0
1926
syaikh-ali-jumah-saya-bersama-hamas

JIC– Ulama besar Mesir Syaikh Ali Jum’ah menyatakan dukungannya terhadap rakyat Palestina dan perjuangan mereka melawan penjajah. Anggota Kibar Ulama Al-Azhar Mesir itu bahkan tak segan menyebut dirinya bersama Hamas, gerakan perlawanan Islam Palestina yang dituduh oleh Barat sebagai teroris.

“Iya benar, saya bersama Hamas sekarang. Saya bersama Hamas. Dan wajib semua orang bersama Hamas. Tapi tidak dengan pemikiran Ikhwani,” kata Syaikh Ali Jum’ah dalam acara yang disiarkan televisi, Masak DMC.

Masak DMC atau DMC Sore, yang membahas tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi dan serta mendiskusikan topik-topik terpenting di di berbagai bidang, mengundang Syekh Ali Jum’ah untuk membahas isu Palestina.

Menurut mantan Mufti Besar Mesir tersebut, perjuangan Hamas dibenarkan lantaran mereka melawan orang-orang memerangi mereka.

“Hamas punya alasan yang membenarkannya untuk berperang di jalan Allah melawan mereka yang memeranginya,” lanjut anggota Kibar Ulama Al-Azhar Mesir itu dalam rekaman acara yang diunggah di Youtube pada Sabtu (02/11/2023).

Syaikh Ali Jum’ah Serukan Jihad

Sebelumnya, Ulama besar Mesir Syaikh Ali Jum’ah di hadapan Parlemen Mesir menyerukan Pemerintah dan tentara Mesir untuk berjihad membantu Palestina dalam menghadapi invasi dan penjajahan Israel.

Dalam video yang diunggah di kanal Youtube dan media sosial, Ulama yang pernah menjabat Grand Mufti Mesir ini mengajak tentara Mesir untuk berjihad melawan tindakan Zionis Israel yang sudah melampaui batas memerangi umat muslim Palestina.

“Risalah untuk perempuan Palestina, kepada kaum ibu pejuang yang meninggal syahid, kalian adalah ahli surga. Mereka semua yang syahid ini akan menuntun tangan ibu bapak mereka ke surga. Bersabarlah dan teguhkanlah kesabaran, tetapkan kaki kalian, teruskan perjuangan kalian hingga tiba kemenangan Allah,” kata Syaikh Ali Jum’ah saat berpidato di Sidang Parlemen Mesir yang membahas situasi Palestina, 19 Oktober 2023 lalu.

Syaikh Ali Jum’ah melanjutkan pidatonya, risalah untuk pemerintah Israel, nampaknya negara Zionis sudah tua dan sudah tiba masanya untuk diusir.

“Kalian telah ditimpa penyakit pikun karena kalian tidak tahu, dengan siapa kalian sedang berhadapan. Dan kalian lupa sebelum kalian bertindak,” kata Ulama yang sudah hafal Al-Qur’an sejak usia 10 tahun ini.

Adapun risalah untuk tentara Mesir yaitu “tentara dari Barat” yang pernah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ bahwa mereka akan berjihad hingga Hari Kiamat, mereka dan keluarga mereka. Ketahuilah bahwa ini unsur yang mendasar bagi akal, jiwa dan pribadi kita.

“Perangilah di jalan Allah mereka yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampauai batas (Surat Al-Baqarah: 190). Dan di antara unsur yang membentuk pribadi kita, ‘Diwajibkan kepada kalian berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui’ (Al-Baqarah: 216),” ucap Syaikh Ali Jum’ah.

Di antara unsurnya lagi, kata Syaikh Jum’ah, jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakkallah kepada Allah. Sungguh Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Anfal: 61).

Adapun risalah untuk seluruh dunia: “Saya ingin mendengar dari salah seorang kalian, apakah perbedaan antara apa yang dilakukan oleh rezim Zionis Israel ini terhadap rakyat Palestina dan apa yang dibuat oleh Hitler? Penghapusan etnis, kekejaman terhadap rakyat, perusakan di muka bumi dan berbuat zalim. Kami serahkan sepenuhnya kepada yang Mulia, Presiden Mesir Abdul Fattah Al-Sisi, Ketua Angkatan bersenjata untuk segera mengambil langkah untuk memelihara keamanan rakyat Mesir dan bersama bersatu membantu rakyat Palestina, karena itu juga adalah isu kita bersama. Walhamdulillah Awwalan wa Akhiira,” kata Ulama yang pernah menjabat Anggota Dewan Fatwa Al-Azhar Mesir (1995-1997) menutup pidatonya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here