TAKHRIJ HADIS DURRATUN NASIHIN

2
3885
kitab-durratun-nasihin-full

JIC– Kitab Durratun Nasihin ditulis oleh ‘Uthma>n bin H{asan al-Khu>bawi> (w. 1241 H./1824 M.). Kitab ini merupakan salah satu kitab yang sangat terkenal dan telah tersebar luas di Indonesia, serta menjadi rujukan utama di beberapa pesantren/pondok. Kitab ini juga telah dicetak berulang kali dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dalam 7 (tujuh) versi penerjemahan yang berbeda. Di samping itu, kitab ini juga telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing lainnya, seperti Turki dan Urdu.

Dalam kitab ini terdapat lebih dari 800 Hadis Nabi Saw. Mengingat Hadis merupakan sumber rujukan kedua dalam syari’at Islam setelah al-Qur’an, maka kajian terhadap Hadis yang terdapat dalam kitab Durrattun Naasihin menjadi sangat penting dilakukan. Tujuannya agar umat Islam dapat terhindar dari berdalil dan beramal berdasarkan Hadis mawd}u>’/palsu. Kajian Hadis (takhri>j dan hukum Hadis) merupakan pokok bahasan utama dalam buku ini yang ditulis berdasarkan penelitian kepustakaan dengan pendekatan analitis dan kritik, di mana Penulis telah merujuk pada hampir semua kitab Hadis yang telah dicetak dan kitab-kitab yang berkaitan dengannya, serta beberapa kitab yang masih dalam bentuk manuskrip.

Temuan penting dalam kajian ini adalah bahwa kitab ini selain mengandung Hadis s}ah}i>h}, h}asan, dan d}a‘i>f, juga terdapat Hadis yang sangat d}a‘i>f/lemah dan mawd}u>‘/palsu yang tidak mempunyai sumber dan kemungkinan bukan Hadis yang sama sekali tidak boleh dijadikan sebagai dalil, yang jumlahnya lebih dari sepertiga total Hadis dalam kitab ini. Selain itu, masih banyak terdapat Hadis yang tidak dapat ditemukan sumbernya, meskipun Penulis telah melakukan penelusuran literatur di beberapa perpustakaan, termasuk di Turki dan Shi>ria, serta menggunakan program Hadis berbasis komputer. Beberapa Hadis tersebut dapat ditemukan sumbernya dari kitab-kitab Shi>‘ah. Hadis-hadis yang seperti ini dikenal dengan istilah lam aqif ‘alayh atau la yu‘raf lahu as}l, dan sebagainya.

Sayangnya, melarang umat Islam merujuk kitab ini sulit dilakukan karena kitab ini sudah lama menjadi rujukan mereka. Selain itu, dampak lainnya hanya akan menimbulkan reaksi negatif dan tidak menyelesaikan masalah mengingat Hadis-hadis tersebut sudah mewarnai kehidupan keagamaan mereka. Untuk menghentikan langsung penggunaan kitab ini adalah suatu hal yang mustahil. Karena itu, cetakan kitab yang disertai dengan takhrij perlu disebarluaskan, sehingga dapat membantu masyarakat memahami kualitas Hadis yang dibacanya. Selain itu, perlu dilakukan diskusi/seminar untuk mengkaji Hadis-hadis kitab Durratun Naasihin. Dengan demikian, diharapkan akan lebih memperjelas hadis yang boleh digunakan sebagai dalil dan Hadis yang tidak boleh digunakan sebagai dalil. Jika ini tercapai, maka umat Islam di Nusantara akan terhindar dari mengamalkan Hadis-Hadis Palsu. Mudah-mudahan dengan hasil kajian ini, umat Islam di Nusantara dapat terhindar dari mengamalkan atau mempercayai Hadis-hadis yang tidak boleh dijadikan sebagai dalil.

Berikut link download buku Takhrij Duratun Nasihin karya DR. KH. Ahmad Lutfi Fatullah:

Kitab Takhrij Duratun Nasihin

2 COMMENTS

  1. Assalamu’alaikum… Buku ini sangat bagus dan mencerahkan kaum muslimin di Indonesia. Besar harapan saya dan mungkin masyarakat umum lainnya untuk menerbitkan versi cetaknya dan disebarluaskan kpd masyarakat agar pemahaman dan keilmuan mereka berkembang ditengah perkembangan kajian kitab Durratun Nasihin di tengah masyarakat. Hal ini agar supaya adil, yaitu selain mempelajari kitab Durratun Nasihin tapi juga mempelajari isi dan kualitas hadits²nya agar dapat memposisikannya dngn baik. Mengingat kajian hadits di Indonesia atas kitab turats sangat sedikit sekali sehingga muncul dan berkembangnya hadits bermasalah ditengah masyarakat terutama saat hadits dlm kitab ini dijadikan bahan ceramah.

    Kemudian, tolong versi lengkap PDF y segera di Upload. Karena kurang pas jika membaca/melampirkan setengahnya. Terlebih penomoran di daftar isinya sama semua. Ini yg menyulitkan kami sbgi pembaca. Makasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here