Home News Update Islam Indonesia HARI SANTRI 2026, SEKJEN MUI: PESANTREN HARUS JADI RUJUKAN PERADABAN DAN BEBAS...

HARI SANTRI 2026, SEKJEN MUI: PESANTREN HARUS JADI RUJUKAN PERADABAN DAN BEBAS PERUNDUNGAN

0
18

JAKARTA (islamic-center.or.id)–Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan menekankan pentingnya peran pesantren sebagai benteng moral dan peradaban bangsa di tengah era disrupsi teknologi. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kamis (22/10/2026).

​Buya Amirsyah memaparkan tiga catatan penting terkait eksistensi santri dan pesantren. Pertama, secara de facto, pesantren telah berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka. Dari rahim pesantren inilah lahir para ulama yang terbukti nyata menjadi garda terdepan pembela kedaulatan negara.

Kedua, perjuangan kaum santri memiliki nafas panjang yang tidak pernah berhenti sebatas pelopor dan pejuang kemerdekaan semata, melainkan terus berlanjut dalam mengisi pembangunan bangsa.

Ketiga, ia mengingatkan bahwa tantangan pemangku kepentingan ke depan kian kompleks di tengah gelombang disrupsi—yakni perubahan mendasar yang mengubah tatanan, sistem, dan kebiasaan lama secara radikal serta mendadak, terutama akibat lompatan inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence).

“Oleh karena itu, semua pihak harus bersinergi mengantisipasi agar pesantren tetap menjadi rujukan dalam membangun peradaban. Sebagaimana nasihat para ulama, ‘al-adabu fauqal ‘ilmi’ (الأدب فوق العلم), adab lebih utama daripada ilmu,” ujar Buya Amirsyah.

Menutup pesannya, Sekjen MUI ini juga menyerukan komitmen bersama untuk menjaga marwah institusi keagamaan.

Ia menegaskan bahwa lingkungan pesantren harus steril dan terbebas dari segala bentuk praktik perundungan (bullying) serta tindak asusila, demi melahirkan generasi santri yang berakhlak mulia dan berdaya saing global.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + 14 =