Jakarta (islamic-center.or.id)–Kementerian Agama mematangkan pelaksanaan Gerakan Bersih-bersih Masjid (Geber Mas) sebagai upaya memperkuat implementasi program prioritas Menteri Agama Nasaruddin Umar di bidang penguatan ekoteologi. Program ini diharapkan tidak sekadar menjadi aksi bersih-bersih, tetapi juga membangun budaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan berbasis masjid.
Hal itu mengemuka dalam rapat koordinasi Direktorat Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jumat (24/7/2026), sebagai persiapan pelaksanaan Geber Mas yang akan digelar serentak pada 10 Agustus 2026.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan Geber Mas merupakan bagian dari pengembangan Program Masjid Ramah Lingkungan. Menurut dia, masjid memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar tempat ibadah, yakni menjadi pusat edukasi sekaligus penggerak kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Kami ingin mewujudkan masjid ramah lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi implementasi program prioritas Menteri Agama tentang penguatan ekoteologi,” kata Arsad.
Ia menegaskan, gerakan tersebut bertujuan menanamkan budaya hidup bersih dan memperkuat semangat gotong royong. Dengan demikian, masjid diharapkan menjadi teladan dalam menjaga kebersihan serta menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Geber Mas dijadwalkan berlangsung serentak di berbagai daerah dengan Masjid Fatahillah Jakarta sebagai pusat pelaksanaan nasional. Kegiatan itu akan melibatkan jajaran Kementerian Agama, pemerintah daerah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), organisasi kemasyarakatan Islam, remaja masjid, hingga masyarakat umum.
Arsad berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berkembang menjadi budaya bersama di setiap masjid sehingga nilai-nilai ekoteologi dapat diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Kepala Biro Pendidikan dan Mental Spiritual (Dikmental) DKI Jakarta, Fajar Eko Satriyo, menilai Geber Mas sejalan dengan kebijakan pemilahan sampah dari sumber serta penguatan peran rumah ibadah dalam membangun kesadaran lingkungan.
Sementara itu, Ketua DMI Provinsi DKI Jakarta, Ma’mun, memastikan pihaknya siap menggerakkan jaringan pengurus masjid dan musala di seluruh Jakarta untuk menyukseskan Geber Mas.
Sebagai tindak lanjut, rapat koordinasi juga membahas pendataan masjid peserta, penyediaan sertifikat partisipasi, penguatan kampanye melalui media sosial, serta pelibatan Dinas Lingkungan Hidup dalam edukasi pemilahan sampah dan penyediaan sarana pendukung di lingkungan masjid. Dengan langkah tersebut, Kementerian Agama berharap Geber Mas menjadi gerakan nasional yang memperkuat budaya menjaga kebersihan rumah ibadah sekaligus memperluas implementasi penguatan ekoteologi di tengah masyarakat.*












