Home News Update Islam Indonesia WAMENAG ROMO SYAFI’I: LITERASI FONDASI MEMBANGUN PERADABAN ISLAM

WAMENAG ROMO SYAFI’I: LITERASI FONDASI MEMBANGUN PERADABAN ISLAM

0
15
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i

Bogor (islamic-center.or.id)–Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan penguatan literasi menjadi fondasi penting dalam membangun peradaban Islam dan mencetak generasi yang berilmu. Menurutnya, semangat Muharram harus dimaknai sebagai momentum hijrah menuju perbaikan dan kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Romo Syafi’i saat membuka Muharram Islamic Literacy Festival yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama di Unit Percetakan Al-Qur’an (UPQ) Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026).

Festival yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut mengusung tema “Membangun Peradaban Islam melalui Literasi Al-Qur’an”. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar, santri, guru, penyuluh agama, pegiat literasi, hingga masyarakat umum. Selama festival, peserta mengikuti beragam kegiatan, antara lain pameran literasi Al-Qur’an, seminar, peluncuran buku, lomba edukatif, serta kunjungan ke Unit Percetakan Al-Qur’an sebagai pusat pencetakan mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama.

“Kalau kegiatan dikaitkan dengan Muharram, itu pasti filosofinya adalah pembentukan peradaban, perbaikan keadaan, dan upaya terukur untuk mencapai kemenangan. Karena memang itu fenomena hijrah yang kemudian kita jadikan penanggalan dalam kegiatan ibadah umat Islam,” kata Romo Syafi’i.

Ia mengakui tingkat literasi masyarakat Indonesia masih perlu ditingkatkan. Karena itu, upaya membangun budaya membaca dan menulis harus dilakukan secara serius sejak usia dini.

“Tingkat literasi bagi bangsa kita masih belum pada peringkat yang membuat kita bangga bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Memang harus ada upaya yang serius,” ujarnya.

Romo Syafi’i menegaskan, Islam telah menempatkan literasi sebagai pintu masuk peradaban. Hal itu ditunjukkan melalui turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW yang diawali dengan perintah membaca.

“Ayat yang diturunkan pertama bukan ayat tentang teknologi, tetapi ayat yang berkaitan dengan literasi, ‘Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq’. Literasi menjadi pintu untuk menjadi orang yang berilmu,” katanya.

Menurut dia, ilmu tidak boleh dipisahkan dari agama. Seluruh disiplin ilmu, baik fikih, astronomi, biologi, maupun kedokteran, pada hakikatnya bersumber dari Allah SWT.

“Ketika anak belajar biologi, dia merasa belajar agama. Belajar astronomi, dia merasa belajar agama. Belajar fikih, dia juga belajar agama. Karena sesungguhnya tidak ada ruang dikotomi, semuanya bersumber dari satu sumber yang sama, ‘Al-‘ilmu ‘indallah’,” ujar Romo Syafi’i.

Ia pun mendorong adanya redefinisi pendidikan Islam agar tidak lagi memisahkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan. Menurutnya, para ilmuwan Muslim pada masa lalu mampu mengembangkan sains justru karena menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai landasan berpikir.

Selain itu, Romo Syafi’i meminta agar program-program literasi Kementerian Agama lebih banyak melibatkan anak-anak melalui kegiatan yang kreatif dan menyenangkan.

“Yang perlu dipikirkan, menarik tidak program ini buat anak-anak? Kalau menarik buat anak-anak, kita pastikan orang tuanya datang, atau abang dan kakaknya ikut mendampingi,” katanya.

Ia mengusulkan festival literasi dilengkapi lomba menyanyi, puisi, kreativitas, hingga wisata edukasi ke Unit Percetakan Al-Qur’an. Anak-anak juga dapat diberi tantangan untuk menelusuri ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan astronomi, biologi, dan kedokteran agar mereka memahami Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi ilmu pengetahuan.

“Kita jangan terjebak dengan pemahaman bahwa Al-Qur’an hanya untuk bacaan atau tadarusan. Al-Qur’an adalah tuntunan kehidupan yang menjelaskan seluruh persoalan manusia,” ujar Romo Syafi’i.

Menurut dia, pelibatan anak-anak dalam gerakan literasi akan menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi Indonesia yang unggul sekaligus memperkuat budaya membaca Al-Qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × three =