JAKARTA (islamic-center.or.id) — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, Jakarta Islamic Centre (JIC) melalui Divisi Takmir, menggelar Pentas Kreasi Santri Islami (PAKSI) dengan menghadirkan beragam kegiatan edukatif dan kreatif bagi anak-anak. Mengusung semangat berbakti kepada orang tua, kegiatan ini diisi dengan kajian anak, lomba mewarnai, dan fashion show yang diikuti ratusan peserta.
Salah satu rangkaian utama PAKSI adalah Kajian Anak bertajuk “Ayah Bunda Engkaulah Surgaku”. Kajian ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Arif Syukur, Kasubdiv Birena JIC; Ramdhani atau yang akrab disapa Bang Madit; pendongeng Kak Zulharman atau Kak Izul.


Melalui kajian dan penyampaian materi yang dikemas secara menarik, anak-anak diajak memahami pentingnya menghormati, menyayangi, dan berbakti kepada kedua orang tua atau birrul walidain. Pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak sehingga nilai-nilai Islam dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Divisi Takmir JIC, KH. Ahmad Ibnu Abidin, Lc., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya meneladani kisah Uwais Al-Qarni, sosok yang dikenal karena baktinya kepada kedua orang tua.
“Uwais Al-Qarni adalah orang besar bukan dalam pandangan manusia, tetapi di sisi Allah SWT dan penduduk langit karena baktinya kepada kedua orang tua. Jangan sampai kita menjadi anak yang menyesal ketika bapak dan ibu telah tiada,” pesannya.
Kyai Ibnu menekankan bahwa berbakti kepada orang tua merupakan salah satu nilai penting dalam ajaran Islam yang perlu ditanamkan sejak dini. Anak-anak diharapkan tidak hanya menunjukkan rasa sayang melalui perkataan, tetapi juga membuktikannya melalui sikap hormat, kepatuhan dalam kebaikan, serta perhatian kepada ayah dan ibu.

Selain kajian anak, kemeriahan PAKSI juga terasa melalui lomba mewarnai dan fashion show yang diikuti ratusan peserta. Kedua kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan rasa percaya diri, serta menampilkan potensi dan bakat mereka dalam suasana yang positif dan bernuansa Islami.
Melalui penyelenggaraan PAKSI, JIC berharap peringatan Hari Santri tidak hanya menjadi momentum untuk mengenalkan nilai-nilai kesantrian, tetapi juga menjadi sarana membentuk generasi muda yang berakhlak mulia. Anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang membanggakan orang tua, senantiasa berbakti kepada ayah dan ibu, serta taat menjalankan ajaran Islam sebagai muslim dan muslimah.
Dengan semangat Hari Santri, JIC terus mendorong lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan memiliki kecintaan terhadap keluarga serta nilai-nilai keislaman sebagai bekal untuk masa depan.












