Jakarta (islamic-center.or.id)–Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menjajaki penguatan kerja sama strategis dengan Kedutaan Besar Kuwait di berbagai sektor penting, mulai dari pendidikan, dakwah, kesehatan, hingga isu-isu kemanusiaan. Kesepakatan awal penjajakan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara kedua pihak di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa salah satu fokus utama yang dibahas adalah peluang pengembangan layanan fasilitas kesehatan. Gagasan pembangunan rumah sakit pun mendapatkan respons dan sambutan positif dari Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, H.E. Khalid Jassim Alyassin.
”Salah satu peluang yang dibahas ialah pembangunan rumah sakit yang mendapat sambutan positif dari Duta Besar Kuwait, H.E. Khalid Jassim Alyassin,” ujar Haedar dalam keterangan tertulis melalui akun resmi Facebook pribadinya, Rabu (28/10/2026).
Selain sektor kesehatan dan dakwah, Haedar turut memaparkan komitmen persyarikatan dalam pemberdayaan ekonomi umat, khususnya bagi kelompok mustadafin atau kaum duafa di berbagai pelosok daerah. Menurutnya, program ini membuka ruang kemitraan yang luas untuk memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat luas.
”Kami juga sampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki program pemberdayaan ekonomi bagi kaum duafa di berbagai daerah. Program tersebut berpotensi menjadi ruang kolaborasi untuk memperluas manfaat kerja sama bagi masyarakat,” tutur Haedar menegaskan.
Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan konkret untuk mempererat hubungan bilateral, sekaligus memperkuat kontribusi keumatan dan kemanusiaan antara Muhammadiyah dan pemerintah Kuwait ke depan.*












