Home News Update Islam Indonesia FORUM HALAL INTERNASIONAL DIMINTA UNTUK MENDORONG STANDARISASI HALAL

FORUM HALAL INTERNASIONAL DIMINTA UNTUK MENDORONG STANDARISASI HALAL

0
360

150218_halalfilipina

JIC, DUBAI– Dalam acara Global Islamic Economy Summit (GIES) tahun ini, Forum Akreditasi Halal Internasional atau IHAF diminta untuk mendorong agenda standardisasi Halal. Sehingga, untuk ke depannya, diharapkan tidak terjadi lagi permasalahan yang berkaitan dengan perbedaan standardisasi halal.

Sekretaris Jenderal IHAF, HE Mohamed Saleh Badri, mengatakan, GIES memberikan kesempatan yang ideal bagi IHAF untuk menyampaikan kepada pemangku kepentingan terkait pentingnya menyatukan standardisasi industri halal secara global. Menurutnya, saat ini, industri halal memiliki tantangan terkait standarisasi. Untuk itu pentingnya bagi IHAF  membuat langkah untuk menciptakan pasar halal yang terintegrasi.

“Berbagai negara memiliki set yang berbeda terkait kriteria sertifikasi produk halal, sehingga secara tidak sengaja membentuk hambatan perdagangan di antara mereka,” ujar Badri seperti dilansir halalfocus.net, Senin (10/10).

Dia menambahkan, standardisasi adalah kunci utama untuk industri halal. Sangat penting bagi industri untuk memiliki skema terpadu yang menjamin pengembangan spesifikasi yang memadai, persyaratan, dan implementasi sistem verifikasi yang sesuai.

“Kami ingin menciptakan pasar halal global yang dipercaya oleh konsumen. Dan dengan pembentukan dan arah IHAF, standardisasi halal dapat dilakukan secara sistematis. Kami berusaha agar masyarakat internasional  menjadi akrab dengan cara IHAF,” ujar Badri.

IHAF bertujuan untuk melindungi dan meningkatnya jumlah konsumen produk halal serta untuk memfasilitasi perdagangan internasional dengan menjalin kemitraan dan perjanjian multilateral antara negara-negara yang mengimpor dan ekspor produk halal. Saat ini, IHAF memiliki 10 anggota  termasuk UEA, Amerika Serikat, Inggris, Kerajaan Arab Saudi, Spanyol, Australia, Selandia Baru, Pakistan, Mesir, dan sisanya dari GCC (Dewan Kerja sama Negara Teluk).

Sumber ; republika.co.id/Marniati/ Red: Agus Yulianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × one =