Home News Update Dunia Islam IMAM SHAMSI: PESANTREN MADANI USA MULAI BEROPERASI AGUSTUS 2018

IMAM SHAMSI: PESANTREN MADANI USA MULAI BEROPERASI AGUSTUS 2018

0
403

JIC, Jakarta — Tokoh Islam terkenal di New York, Amerika Serikat Imam Shamsi Ali mengatakan Pondok Pesantren Madani USA bakal mulai beroperasi pada Juli atau Agustus tahun 2018 mendatang. Pesantren bercirikan Islam Nusantara menjadi salah satu upaya untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Islam bukan agama radikal.

Menurut Imam Shamsi, pesantren yang didirikan di dekat kota metropolitan New York dan merupakan pesantren pertama di AS itu adalah sebuah perjalanan dakwah dan kontribusi nyata untuk perdamaian dunia. “Insya Allah niat kami, Juni (2018) nanti akan ada peresmian awal pesantren ini,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi Mediacorp, Kamis, (28/12/2017).

Pendiri Pesantren Madani USA yang berasal dari Indonesia ini mengatakan bahwa dia telah menandatangani kontrak pembelian tanah pada November lalu. Biaya tanah dan karya sederhana diperkirakan mencapai US $ 1 juta atau setara Rp 13,5 miliar.

Pengkhotbah sejak usia 20 tahun di AS ini memutuskan untuk membangun sebuah sekolah asrama Islam di Amerika Serikat serta ingin menjadikan pesantren itu sebagai pusat pengembangan Islam dengan karakter Nusantara. “Kami ingin membangun citra Islam yang damai, lembut, bersahabat dan mengedepankan dialog dan kerjasama,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan saat ini, pusat pendidikan agama Islam di Amerika Serikat lebih dalam bentuk versi Pakistan atau Timur Tengah, karena sebagian besar didirikan oleh masyarakat dari wilayah tersebut. Karena itu, Imam Shamsi juga menilai pesantren yang dibangunnya akan menjadi kontribusi Indonesia terhadap dunia.

Perkembangan pesantren juga sedang dilakukan saat umat Islam di Amerika menghadapi fenomena Islamofobia. Karena itu, asrama Islam juga akan menjalin hubungan antara agama “salah satu kegiatan utamanya” dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.

Meskipun pusat pendidikan agama asuhan Imam Shamsi memiliki warna Nusantara atau  lazimnya pondok pesantren Indonesia, pendakwah berusia 50 tahun itu juga memasukan budaya Amerika.

“Di Amerika memang semua lembaga harus terbuka. Tidak bisa membatasi atau menolak karena alasan ras atau agama. Ini dianggap diskriminasi. Maka pesantren ini terbuka untuk semua warga, termasuk non Muslim,” katanya.

Selain sekolah dalam bentuk pesantren, program lainnya akan mencakup khotbah dan kepemimpinan, konseling remaja, konseling di rumah dan perkemahan musim panas. Imam Shamsi berjanji bahwa pada akhirnya, pondok pesantren tersebut akan mempraktekkan Islam yang moderat, berkemajuan, modern, sejalan dengan demokrasi dan peradaban dunia.

Pesantren akan berlokasi di kota Moodus, Connecticut, sekitar 110 kilometer dari New York. Setelah  membeli tanah, proses selanjutnya adalah mengembangkan atau mengubah bangunan situs. Ada delapan bangunan yang ada di tanah yang dibeli dan hanya empat bangunan yang bisa diganti, sedangkan sisanya perlu dibongkar.

Menurut Imam Shamsi, arsitek lanskap akan dipanggil pada bulan Januari 2018 untuk mempelajari rencana pengembangan pesantren. Dia mengidentifikasi tiga tahap perkembangan. Tahap pertama, dalam setahun akan mengubah bangunan yang bisa digunakan  dan akan dijalankan tanpa batas waktu.

Kedua, dalam 2-3 tahun ke depan, sebuah masjid, asrama dan gubuk akan dibangun dan pesantren mulai berjalan. Ketiga, dalam 4-5 tahun ke depan, rumah tradisional Indonesia akan dikembangkan di lokasi tersebut menjadi rumah tamu bagi pengunjung. Rumah ini bisa menjadi sumber ekonomi dan mempromosikan Indonesia.

Imam Shamsi, pemimpin lintas agama yang memperjuangkan dialog perdamaian Islam-Yahudi, mengakui masih perlu mengumpulkan dana dari masyarakat Islam. Pesantren membutuhkan sekitar USD 200.000 atau Rp 2,3 miliar untuk renovasi bangunan dan USD 400.000 atau Rp 4,6 miliar untuk membayar harga tanah untuk periode dua tahun ini.

Sumber ; gomuslim.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 + seven =