Home News Update Islam Indonesia WAKETUM MUI: KALAU ADA USTAZ YANG DAKWAH DI KLUB MALAM HARUS DIDUKUNG

WAKETUM MUI: KALAU ADA USTAZ YANG DAKWAH DI KLUB MALAM HARUS DIDUKUNG

0
349

JIC, JAKARTA—Video selawatan dan pengajian di sebuah klub malam di Bali viral dan menuai kontroversi. Gus Miftah atau KH Miftah Maulana Habiburrahman kemudian diketahui sebagai sosok pria di balik selawatan yang mengajak para wanita bergaun seksi tersebut.

Terkait hal tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi angkat bicara. Dirinya mendukung dakwah yang dilakukan Gus Miftah.

“Jadi kalau ada ustaz, kyai atau ulama yang berani melakukan dakwah di tempat-tempat seperti itu menurut saya harus diberikan dukungan dan support,” kata Zainut, Kamis (13/9/2018).

Zainut menilai dakwah yang dilakukan Gus Miftah di dunia remang-remang, perlu didukung sepanjang dakwahnya dilakukan dengan cara yang benar, sesuai ketentuan, dan niat yang ikhlas.

Dakwah demikian menurutnya justru lebih baik, ketimbang dakwah yang ternyata berisi ujaran kebencian.

“Menurut saya dakwah di tempat seperti itu nilainya lebih mulia dari pada dakwah di tempat yang baik dengan komunitas yang baik tapi isi dakwahnya mengajak kepada kejahatan, penuh dengan ujaran kebencian, fitnah dan mengadu domba antarkelompok masyarakat,” tutur Zainut.

Inti dakwah, lanjut Zainut, adalah mengajak manusia untuk menuju jalan kebaikan dengan cara yang bijaksana. Sasaran dakwah tidak terbatas kepada kelompok masyarakat yang sudah baik namun juga perlu dilakukan kepada masyarakat yang belum baik.

“Bahkan menurut saya justru kelompok ini yang perlu mendapatkan perhatian khusus, misalnya daerah lokalisasi, kampung narkoba, tempat-tempat perjudian, kelab malam atau daerah remang-remang yang penuh dengan kemaksiatan,” kata Zainut.

Seperti diketahui, video Gus Miftah menjadi viral setelah video kajian keagamaannnya di sebuah klub malam di Bali beredar di internet.

Gus Miftah adalah pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji di Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Dia sudah delapan tahun menekuni dakwah di klub malam, 14 tahun berdakwah di kawasan prostitusi Yogyakarta, Pasar Kembang (Sarkem). []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × one =