Home News Update KISAH VIRAL PASANGAN MUSLIM DI MALAYSIA YANG JUAL ANEKA CENDERA MATA BABI...

KISAH VIRAL PASANGAN MUSLIM DI MALAYSIA YANG JUAL ANEKA CENDERA MATA BABI JELANG IMLEK

0
439

Yuslina Badrum (dua dari kanan) dan suaminya, Adam Baderum, menjual pernak-pernik babi di Sabah jelang tahun baru Imlek.

 

Pasangan suami-istri di Sabah, Malaysia, Adam Baderun dan Yuslina Badrum, menjadi perbincangan karena menjual pernak-pernik dan cendera mata babi dalam aneka bentuk.

JIC, JAKARTA–Berita tentang Adam dan Yuslina yang dimuat oleh situs berita FMT News telah dibagikan lebih dari 18.000 kali hingga Senin (04/02) pagi.

Sebagian besar memuji Adam dan Yuslina.

Pengguna Facebook, Ross Bauer, mengatakan seseorang “tidak akan hilang keyakinan dalam beragama gara-gara menjual cendera mata berbentuk babi”.

Glenn Nunis menulis komentar mengapa orang-orang di Sabah dan Sarawak “lebih dewasa dalam menerima perbedaan agama dan budaya?”

Koh Kim Siang sementara itu mengatakan “warga Malaysia di barat mestinya meniru apa yang dilakukan warga di wilayah timur”.

Tapi ada pula yang memberi saran agar Adam dan Yuslina tidak menjual cendera mata babi.

“Menurut pemahaman saya, menurut Islam, ini diterima karena hanya mainan … tapi untuk menjadi Muslim yang baik, coba untuk menghindarinya. Kecuali tak bisa dihindari dan tak ada alternatif lain,” kata pengguna Facebook Sulaiman Mon Ali.

 

Dalam keterangan kepada BBC News Indonesia, Adam mengatakan bahwa tokonya tidak hanya menjual cendera mata berbentuk babi. Ada banyak pernak-pernik lain yang ia jual.

Adam menjelaskan ia dan istrinya menjual pernak-perrnik babi bertepatan dengan tahun baru Imlek. Dalam kalender Imlek, tahun ini adalah tahun babi.

Dalam kesempatan lain, katanya, ia menjual cendera mata bertema Natal atau Paskah.

Di luar alasan ini, ia mengatakan ingin mendukung toleransi antarumat beragama di Sabah.

“Di Sabah ini kami hidup berdampingan, kami ingin menguatkan keharmonian (antarumat beragama) … juga menjadi niat kami untuk berniaga tanpa ada rasa prasangka ras dan agama,” kata Adam.

Pernah-pernik NatalHak atas fotoYUSLINA BADRUM
Image captionYuslina dan Adam juga menjual pernak-pernik bertema Natal.

 

Yuslina mengatakan dirinya banyak menerima dukungan dari warganet yang menggambarkan apa yang ia lakukan bersama suaminya sebagai cermin keberagaman dan toleransi beragama dan berbudaya di Malaysia.

“Tapi ada pula netizen yang tidak puas dengan tindakan kami. Ada komentar-komentar yang menyerang kami, ada juga yang mengeluarkan kata-kata kasar yang mestinya tidak disampaikan oleh mereka yang paham dengan ajaran agama,” kata Yuslina kepada BBC News Indonesia.

 

 

sumber : bbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

15 + eleven =