Home News Update POLEMIK KERUSUHAN MEI 1998: KIVLAN ZEN DAN WIRANTO DIMINTA KELUARKAN KETERANGAN RESMI...

POLEMIK KERUSUHAN MEI 1998: KIVLAN ZEN DAN WIRANTO DIMINTA KELUARKAN KETERANGAN RESMI KE KEJAKSAAN (2)

0
470

Apa kata keluarga korban?

JIC, JAKARTA–Salah satu keluarga korban kerusuhan Mei 98, Maria Sanu, mengatakan akan tetap menagih tanggung jawab negara menuntaskan kasus yang menyebabkan anaknya, Stevanus Sanu, hilang.

“Keluarga korban tidak menuntut apa-apa, hanya meminta pertanggungjawaban saja. Kalau harus disalahkan ya jangan dibenarkan,” ujar Maria Sanu kepada BBC News Indonesia.

kerusuhanHak atas fotoBAY ISMOYO/AFP/GETTY IMAGES
Image captionSumarsih ibu Norma Irawab, korban penembakan saat kerusuhan 1998.

 

Pada 14 Mei, Maria kehilangan anaknya saat penjarahan yang disusul pembakaran terjadi di Plaza Yogya, Klender, Jakarta Timur.

Ia mengaku sempat melihat orang-orang berlarian sambil membawa barang-barang jarahan. Dua hari berlalu sejak saat itu, ia belum menerima kabar dari Stevanus.

Dari berita di televisi, Maria mendengar kabar ada ratusan korban kebakaran yang tidak bisa lagi diidentifikasi. Ia pun khawatir, anaknya menjadi salah satu korban. Hingga kini tak diketahui keberadaan Stevanus.

Maria berharap Wiranto sebagai pemegang kekuasaan keamanan kala itu, membongkar pihak-pihak yang terlibat kepada publik dan tak lagi saling menuding.

“Wiranto kan Panglima ABRI, tapi seolah-olah mau lempar perkara ini supaya nggak ada yang mau tanggung jawab,” tukasnya.

“Dia harus ceritakan kepada masyarakat terjadinya kerusuhan Mei dari awal sampai akhir. Biar keluarga korban percaya. Ceritakan yang sesungguhnya kalau memang tidak terlibat, jangan tuding-tudingan, ini nggak fair.”

Wiranto dalam berbagai kesempatan menolak tuduhan bahwa ia adalah salah satu pihak yang bertanggung jawab atas kerusuhan Mei 98.

Ia juga mengatakan ada peluang untuk kudeta, tapi “tidak ia lakukan karena ia mencintai Indonesia”.

 

sumber : bbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twelve − 7 =