Home Khazanah Islam Akhlak TIPS BUAT ORTU UNTUK ATASI ANAK TANTRUM GEGARA MEDSOS

TIPS BUAT ORTU UNTUK ATASI ANAK TANTRUM GEGARA MEDSOS

0
20
Ilustrasi: tiga bocah dengan ponselnya masing-masing. [GettyImages]

PSIKOLOG Eka Renny Yustisia membagikan tips kepada orang tua dalam mengatasi anak yang mengalami kecanduan media sosial (medsos) hingga memicu ledakan emosi (tantrum).

“Kondisi ini menjadi tantangan serius karena paparan konten digital secara terus-menerus membuat otak anak terbiasa dengan lonjakan cepat hormon kesenangan dari aktivitas stimulasi tinggi seperti media sosial (dopamin instan),” katanya di Jambi, Senin (30/03/2026) dilansir dari ANTARA.

Ia mengatakan anak yang dihentikan secara mendadak dari aktivitas digital cenderung mengalami reaksi emosional berlebihan yang menyerupai gejala putus zat atau withdrawal sehingga sering memicu ledakan emosi seperti marah, menangis, hingga sulit dikendalikan oleh orang tua.

“Kami menyarankan orang tua untuk memvalidasi emosi anak tanpa membenarkan perilaku. Orang tua perlu menunjukkan empati dengan memahami perasaan anak agar sistem emosinya perlahan menjadi lebih tenang. Selain itu orang tua disarankan menerapkan teknik transisi dengan memberikan batas waktu secara bertahap sebelum anak berhenti menggunakan gawai,” kata dia.

Pihaknya menekankan penerapan aturan detoks digital dalam keluarga karena orang tua dan anak harus menjalankan kesepakatan bebas layar pada waktu tertentu agar tercipta konsistensi serta keteladanan dalam penggunaan perangkat digital.

Eka juga mendorong orang tua mengganti aktivitas digital dengan kegiatan fisik atau permainan interaktif yang mampu membantu menyeimbangkan kondisi emosional anak, kemudian orang tua juga perlu mengawasi jenis konten yang dikonsumsi agar tidak memicu stimulasi yang berlebihan.

“Orang tua dapat membantu anak mengelola emosi, sekaligus membentuk kebiasaan penggunaan media sosial yang lebih sehat dengan pendekatan tepat dan konsisten,” katanya.

Sementara Dewi sebagai orang tua mengisi waktu libur anak dengan olahraga panahan untuk mengurangi ketergantungan pada gawai, karena panahan dinilai tidak hanya menjauhkan anak dari handphone, tetapi juga melatih kesabaran dan meningkatkan fokus.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen − one =