Home News Update Islam Indonesia MUBALIGH SE-BOGOR DORONG PEMKAB TERBITKAN REGULASI CEGAH PENYEBARAN LGBT

MUBALIGH SE-BOGOR DORONG PEMKAB TERBITKAN REGULASI CEGAH PENYEBARAN LGBT

0
70

Bogor (islamic-center.or.id) – Forum Mubaligh & Muballighah se-Bogor menolak segala bentuk penyebaran, propaganda, dan normalisasi perilaku LGBT. Mereka juga mendorong pemerintah pusat maupun Pemerintah Kabupaten Bogor segera memperkuat regulasi dan program pembinaan guna menjaga moral masyarakat dan ketahanan keluarga.

Dalam pernyataan sikapnya, Rabu (8/7/2026) para mubaligh menegaskan bahwa penolakan terhadap penyebaran dan normalisasi perilaku LGBT didasarkan pada pandangan bahwa hal tersebut bertentangan dengan ajaran agama, norma kesusilaan, nilai-nilai Pancasila, serta budaya bangsa Indonesia yang berketuhanan.

“Kami menolak segala bentuk penyebaran, propaganda, dan normalisasi perilaku LGBT di wilayah Bogor karena bertentangan dengan ajaran agama, norma kesusilaan, nilai Pancasila, dan budaya bangsa Indonesia yang berketuhanan,” kata Koordinator Mubaligh & Mubalighah se-Bogor Ustaz Bukhari Muslim.

Selain itu, mereka menyatakan komitmen untuk menjaga generasi muda sebagai aset masa depan bangsa agar tidak terpapar ideologi maupun gaya hidup yang dinilai dapat merusak fitrah, moral, dan tatanan keluarga.

Para mubaligh juga menegaskan bahwa seluruh agama di Indonesia mengajarkan kasih sayang kepada sesama manusia, sekaligus menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keluarga, akhlak, dan kesucian.

Dalam kesempatan tersebut, para mubaligh menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Di bidang regulasi, mereka mendesak diterbitkannya aturan daerah yang melarang penyebaran, propaganda, dan kegiatan yang mempromosikan perilaku LGBT di ruang publik, sekolah, kampus, maupun media sosial.

Mereka juga mendorong penguatan pendidikan karakter, pendidikan agama, akhlak, dan wawasan kebangsaan secara lebih masif di sekolah, perguruan tinggi, dan pesantren. Menurut mereka, peningkatan kapasitas guru dan dosen juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan moral di kalangan generasi muda.

Selain itu, para mubaligh meminta adanya pengawasan yang lebih kuat terhadap konten digital melalui peran media dan instansi terkait agar materi yang dinilai bertentangan dengan norma agama dan budaya tidak mudah diakses oleh anak-anak dan remaja.

Rekomendasi lainnya adalah penyediaan program pembinaan keagamaan, konseling keluarga, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.

Untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan tokoh agama, mereka juga mengusulkan pembentukan Forum Komunikasi Ulama dan Pemerintah Bogor sebagai mitra strategis dalam menjaga moral publik dan ketahanan keluarga.

Menutup pernyataannya, Ustaz Bukhari Muslim menegaskan bahwa para mubaligh dan muballighah siap menjadi mitra pemerintah dalam membina umat, menjaga persatuan, serta mengawal nilai-nilai luhur bangsa.

“Kami para mubaligh siap menjadi mitra pemerintah dalam membina umat, menjaga persatuan, dan mengawal nilai-nilai luhur bangsa. Semoga Bogor tetap menjadi Kota Santri yang diridai Allah SWT,” tandasnya. []

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × five =