Home News Update Dunia Islam WAMENLU ANIS MATTA: DUKUNGAN BARAT KE ISRAEL TERUS MENURUN

WAMENLU ANIS MATTA: DUKUNGAN BARAT KE ISRAEL TERUS MENURUN

0
12
Anis Matta saat menjadi pembicara pada Sajid Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Jakarta (islamic-center.or.id)–Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta menilai Israel tengah menghadapi persoalan eksistensial setelah rangkaian konflik yang terjadi sejak Oktober 2023. Menurut dia, melemahnya dukungan negara-negara Barat dan kegagalan mencapai tujuan strategis dalam perang memaksa Israel mencari cara baru untuk mempertahankan eksistensinya.

Pernyataan itu disampaikan Anis dalam Sajid Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

“Israel sekarang punya masalah eksistensial. Dukungannya di Barat makin kecil. Cepat atau lambat dia akan menjadi beban bagi seluruh negara-negara Barat dan karena itu harus mulai belajar berdikari,” kata Anis.

Menurut Anis, terdapat dua pilihan strategis yang selama ini ditempuh Israel. Pertama, membangun normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab melalui Abraham Accords agar diterima dan terintegrasi dalam sistem politik serta ekonomi kawasan. Kedua, memenangkan satu perang besar untuk menegaskan posisinya sebagai kekuatan dominan di Timur Tengah.

Namun, ia menilai strategi kedua tidak berhasil setelah pecahnya perang sejak 7 Oktober 2023. Kegagalan itu, menurut dia, turut berdampak pada terhambatnya proses normalisasi hubungan dengan negara-negara Arab.

“Karena gagal dalam perang ini, maka seluruh proses Abraham Accord dan normalisasi juga menjadi batal, gagal juga,” ujarnya.

Di sisi lain, Anis mengatakan seluruh aktor di kawasan, mulai dari Iran, Israel, negara-negara Teluk, Amerika Serikat, Cina, hingga Eropa, kini sedang melakukan strategic adjustment atau penyesuaian strategi untuk menghadapi perubahan geopolitik yang terjadi.

Ia menilai arah perkembangan konflik masih sulit dipastikan karena perubahan strategi tersebut berlangsung di balik layar dan banyak dibahas dalam forum-forum strategis tertutup. Namun, ia memperkirakan ketegangan di Timur Tengah belum akan mereda dalam waktu dekat.

“Faktor-faktor yang akan membuat konflik ini masih panjang jauh lebih banyak daripada yang membuatnya akan selesai dalam waktu dekat,” kata Anis.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nineteen + fifteen =