
Jakarta (islamic-center.or.id) – Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ) atau yang lebih dikenal sebagai Jakarta Islamic Centre (JIC) menggelar Rapat Kerja Koordinasi Dewan Pengarah dan Pegawai pada Selasa (14/7/2026) di Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Indonesia Indah. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara Dewan Pengarah, pimpinan, dan seluruh unsur pelaksana dalam menyusun arah kebijakan serta mengevaluasi pelaksanaan program kerja JIC.
Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Pusat PPIJ (JIC), KH. Muhyiddin Ishaq, dan dihadiri oleh jajaran Kepala Divisi di lingkungan Jakarta Islamic Centre. Turut hadir mewakili Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, H. Tatang, Kepala Bagian Mental Spiritual Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, H. Tatang menyampaikan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap berbagai program unggulan dan inovatif yang dijalankan Jakarta Islamic Centre. Menurutnya, meskipun saat ini terdapat tantangan berupa efisiensi anggaran, JIC diharapkan tetap mampu menjaga eksistensi dan terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jakarta Islamic Centre harus terus menjadi lembaga yang menghadirkan program-program inovatif dan memberikan kemaslahatan bagi umat. Di tengah efisiensi anggaran, semangat pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang. Kami berharap JIC tetap menjadi pionir bagi lembaga-lembaga keagamaan dalam menghadirkan kebaikan, khususnya bagi masyarakat DKI Jakarta,” ujarnya.

Rangkaian rapat juga diisi dengan sesi sumbang saran dari Dewan Pengarah sebagai bagian dari upaya memperkuat arah pengembangan lembaga. Di antaranya disampaikan oleh Habib Nabiel Al Mussawa, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Adib, S.Ag., beserta jajaran Dewan Pengarah lainnya.
Berbagai masukan yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan program, peningkatan kualitas kegiatan, serta pengembangan dakwah Jakarta Islamic Centre agar semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Gagasan-gagasan tersebut diharapkan menjadi landasan dalam mendorong JIC sebagai pusat pengkajian Islam yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan sejumlah agenda strategis yang akan diemban Jakarta Islamic Centre pada tahun mendatang. JIC dipercaya menjadi penyelenggara Haul Ulama Jakarta Tahun 2027 serta akan terlibat dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang bertepatan dengan peringatan lima abad Kota Jakarta. Kepercayaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas kapasitas Jakarta Islamic Centre sebagai pusat kegiatan keislaman di ibu kota.
Rapat kerja koordinasi ditutup dengan pemaparan capaian program kerja Tahun Anggaran 2026 Termin I (Januari–Juni) oleh seluruh divisi di lingkungan Jakarta Islamic Centre. Paparan disampaikan oleh Divisi Takmir, Divisi Pengkajian dan Pendidikan, Divisi Komunikasi dan Penyiaran, Divisi Sosial Budaya dan Ekonomi Syariah, serta Divisi Umum.
Melalui rapat kerja koordinasi ini, Jakarta Islamic Centre menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat program dakwah dan pemberdayaan umat, serta membangun kolaborasi yang lebih erat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan mampu menjadikan Jakarta Islamic Centre semakin berperan sebagai pusat peradaban Islam yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan kemajuan Kota Jakarta.












