BANTUAN ADA, TAPI SITUASI KEMANUSIAAN GAZA MASIH KRITIS

0
10
Ilustrasi: Kondisi di Gaza, Palestina.

Gaza (islamic-center.or.id) – Para petugas kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, situasi di Gaza masih sangat kritis bagi ratusan ribu keluarga yang membutuhkan.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), pada Selasa (27/01) mengatakan, PBB dan para mitranya telah menyediakan roti bagi setidaknya 43 persen penduduk di Jalur Gaza setiap hari, yang diberikan secara gratis ataupun dijual dengan harga subsidi kurang dari 1 dolar AS per paket 2 kilogram.

OCHA mengatakan program distribusi roti ini merupakan tambahan dari distribusi tepung terigu bulanan di tingkat rumah tangga. Sejauh bulan ini, para mitra telah mendistribusikan tepung kepada 1,2 juta orang sebagai bagian dari paket bantuan pangan bulanan standar.

OCHA dan para mitra kemanusiaannya telah menjangkau lebih dari 7.500 keluarga dengan bantuan berupa tenda, terpal, peralatan penutup darurat, kasur, dan selimut, sementara mitra perlindungan anak memberikan pakaian musim dingin kepada sekitar 1.400 anak di seluruh Jalur Gaza, kata OCHA.

Badan PBB itu menambahkan bahwa selama akhir pekan lalu, satu lagi anak Gaza meninggal karena hipotermia, sehingga total kematian anak yang terkait dengan cuaca dingin menjadi 10 orang.

OCHA juga menyatakan bahwa solusi berkelanjutan sangat dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan lebih dari 1 juta orang yang membutuhkan bantuan tempat tinggal, termasuk peralatan untuk memperbaiki rumah, material untuk membuat ruang pemanas komunal, dan peralatan untuk membersihkan puing serta reruntuhan guna membersihkan lahan untuk perumahan.

“Sejak Rabu (21/1), mitra kemanusiaan yang memimpin upaya perlindungan telah menjangkau lebih dari 2.300 keluarga dengan voucher tunai dan bantuan perlengkapan musim dingin,” kata kantor tersebut.

“Mereka juga telah memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial serta bantuan manajemen kasus kepada ratusan orang.”

OCHA mengatakan bahwa mitra perlindungan global memperingatkan dalam sebuah laporan yang dikeluarkan pada Jumat (23/1) bahwa penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan Israel telah menyebabkan tingkat kematian dan cedera yang sangat tinggi di antara pria dan anak laki-laki Palestina di Tepi Barat.

Laporan tersebut menyoroti urgensi respons yang tegas dan berfokus pada perlindungan sipil, serta menyerukan pembebasan warga Palestina yang ditahan secara sewenang-wenang.[Xinhua]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

12 − 11 =