Home News Update Dunia Islam DIHADIRI TOKOH MUSLIM DUNIA, ‘LONDON HALAL FORUM’ DORONG BOIKOT EKONOMI ISRAEL

DIHADIRI TOKOH MUSLIM DUNIA, ‘LONDON HALAL FORUM’ DORONG BOIKOT EKONOMI ISRAEL

0
12
Ilustrasi: Halal London Forum [AA]

LONDON (islamic-center.or.id) – Hari kedua acara tahunan London Halal Forum, yang mempertemukan para pengusaha, investor, dan pemimpin industri, dimulai dengan sarapan tradisional Palestina. Acara ini menawarkan pengalaman autentik yang merayakan kuliner dan warisan budaya Palestina.

Acara yang diselenggarakan di Queen Elizabeth II Centre, London ini diinisiasi oleh Halal360. Kegiatan tersebut merupakan inisiatif bersama dari Islamic Chamber of Commerce and Development (ICCD) dan Halal Products Development Company (HPDC). Kantor berita Anadolu turut berperan sebagai mitra komunikasi global dalam forum ini.

Sarapan tersebut menyajikan hidangan tradisional yang lezat bagi para peserta. Beberapa menu autentik yang dihidangkan meliputi hummus, zaatar, labneh, dan falafel.

‘Genosida Berlanjut Setiap Hari’

Berbicara dalam acara tersebut, Wakil Ketua Dewan Pengawas Ibn Haldun University, Bilal Erdogan, mengatakan bahwa sangat bermakna bisa berada di forum ini bersama para tamu yang peduli terhadap Palestina. Ia menilai mereka adalah orang-orang yang peduli terhadap hati nurani kemanusiaan, “yang telah sangat ternoda selama tiga tahun terakhir.”

Mengingat kembali demonstrasi massal pro-Palestina di Istanbul pada 1 Januari 2026, ia menyebut masyarakat akan kembali menggelar aksi pada 1 Oktober tahun depan untuk mengenang Palestina.“Kami akan memberi tahu dunia tentang genosida ini, dan kami akan menunjukkan solidaritas kepada saudara-saudari kami di Palestina atas penderitaan mereka selama ini, terutama dalam tiga tahun terakhir, dan tentu saja sejak 1948,” kata Erdogan.

Ia menggarisbawahi bahwa situasi kemanusiaan yang sangat berat terus berlanjut di Gaza, meskipun ada “apa yang disebut sebagai situasi gencatan senjata.”

“Sayangnya, setiap hari genosida dan serangan bersenjata terus berlanjut. Setiap hari selalu ada pembunuhan, tidak hanya terjadi di Gaza, tetapi juga di Tepi Barat.”

Memperingatkan bahwa situasi di Tepi Barat dan Yerusalem yang diduduki “semakin memburuk,” Erdogan menekankan, “kita harus memastikan” bahwa sumber daya yang “dapat kita kumpulkan” dikelola secara strategis agar “kita memiliki hasil yang lebih baik.”

Merujuk pada sanksi terbaru oleh beberapa negara Barat yang menargetkan perdagangan dengan permukiman ilegal Israel, ia mencatat: “Itu baru permulaan.”

“Mudah-mudahan, mereka akan memperluasnya untuk menahan seluruh produk Israel pada suatu saat nanti.”

“Sarapan ini adalah semacam versi lengkap dari apa yang perlu kita lakukan terkait hal itu, yaitu benar-benar memberdayakan para produsen, investor, dan perusahaan rintisan (startup) mana pun yang berasal dari kawasan tersebut.”

Erdogan menambahkan bahwa hal ini harus dimulai dari hal mendasar seperti makanan, tetapi harus berkembang ke sektor-sektor yang “lebih bernilai.” Sektor tersebut meliputi bidang teknologi, kedokteran, dan berbagai bidang lainnya.

Turki akan terus melakukan apa pun yang bisa dilakukan, katanya. Ia menambahkan bahwa isu Palestina melampaui segala batasan dan urusan politik.

Terkait laporan media tentang dirinya yang tidak dapat bepergian ke Israel karena termasuk dalam daftar pejabat senior Turki yang dilarang masuk, Erdogan berharap dapat mengunjungi Masjid Al-Aqsa dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Insyaallah, kita bisa berkumpul dan mengadakan pertemuan-pertemuan ini di Al-Quds, bersama-sama dalam kedamaian dan harmoni,” tambahnya.

‘Israel Juga Melancarkan Perang Ekonomi’

Turut berbicara di lokasi acara, Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, mengatakan bahwa genosida masih berlangsung di Gaza. Pembersihan etnis juga terus terjadi di Tepi Barat, seraya menyoroti serangan “teroris pemukim Israel” yang menargetkan panen zaitun warga Palestina.

Duta besar tersebut mengatakan bahwa Israel juga melancarkan perang ekonomi terhadap rakyat Palestina. Perang di sektor ekonomi tersebut telah berlangsung selama beberapa dekade.

Ketua Eksekutif Suluh Center, Nurul Izzah Anwar, serta Sekretaris Jenderal ICCD, Yousef Khalawi, turut menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.

Duta Besar Turki untuk London, Osman Koray Ertas, juga tampak hadir di antara para peserta forum.

Sebuah video tentang Museum Palestina juga ditayangkan selama program tersebut berlangsung. Video itu bertujuan untuk menyajikan dan berkontribusi pada narasi sejarah, budaya, dan masyarakat Palestina.

Mengusung tema “Halal Tayyib for Humanity“, forum ini mengkaji ekspansi ekonomi halal agar melampaui sekadar sertifikasi dan produk makanan. Ekspansi tersebut diarahkan pada bidang investasi, pariwisata, teknologi, rantai pasok, penjenamaan (branding), dan perdagangan internasional.

Edisi pertama forum ini diadakan pada November 2025 di Excel London dan mempertemukan lebih dari 1.500 peserta, baik yang hadir secara langsung maupun virtual. Kegiatan tersebut menyoroti peran London yang mulai muncul sebagai pemain kunci dalam ekonomi halal global yang terus berkembang.[]

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × two =