Home Kabar JIC INNALILLAHI, PROF. KH. SYUKRON MAKMUN, PENGASUH PESANTREN DARUL RAHMAN JAKARTA & DEWAN...

INNALILLAHI, PROF. KH. SYUKRON MAKMUN, PENGASUH PESANTREN DARUL RAHMAN JAKARTA & DEWAN PENGARAH JIC WAFAT

0
13
Prof. KH. Syukron Makmun dalam Acara Silaturahim Ulama DKI Jakarta yang Diselenggarakan oleh Jakarta Islamic Centre

Jakarta (islamic-center.or.id) — Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dunia Islam, kembali berduka atas wafatnya ulama kharismatik Prof. KH. Syukron Makmun pada Ahad, 18 Oktober 2026. Prof. KH. Syukron Makmun, pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta, tokoh dakwah, serta Dewan Pengarah Jakarta Islamic Centre (JIC).

Prof. KH. Syukron Makmun mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Jenazah direncanakan dishalatkan setelah salat Zuhur dan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Prof. KH. Syukron Makmun merupakan sosok ulama yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan Islam, dakwah, dan pengembangan peradaban umat. Lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941, beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga santri yang dekat dengan tradisi keilmuan Islam. Pendidikan formal keagamaannya ditempuh di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, hingga lulus pada 1967. Setelah menetap di Jakarta, beliau melanjutkan pengembaraan ilmunya dengan berguru kepada sejumlah ulama terkemuka di Betawi.

Peluncuran buku berjudul “Singa Podium KH. Syukron Ma’mun: Biografi dan Pemikiran Beliau tentang Peradaban Islam dalam Konteks Kehidupan” pada Selasa, 22 September 2026 dipublikasikan oleh Jakarta Islamic Centre

Kepiawaiannya dalam berdakwah mengantarkan beliau dikenal luas dengan julukan “Singa Podium”. Sejak usia muda, Prof. KH. Syukron Makmun aktif menyampaikan dakwah di berbagai daerah di Indonesia. Kiprahnya tidak terbatas di dalam negeri, tetapi juga menjangkau sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Selain aktif berdakwah dan mengajar, Prof. KH. Syukron Makmun mendirikan Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta sebagai wadah pendidikan dan kaderisasi generasi Muslim. Melalui lembaga tersebut, beliau turut berkontribusi dalam membentuk ribuan santri dan alumni yang melanjutkan perjuangan dakwah di berbagai wilayah.

Warisan Pemikiran untuk Peradaban Islam

Bagi Jakarta Islamic Centre, Prof. KH. Syukron Makmun juga merupakan sosok penting dalam perjalanan lembaga. Sebagai Dewan Pengarah JIC, pandangan, pemikiran, dan nasihatnya menjadi bagian dari khazanah keilmuan yang berharga bagi pengembangan dakwah dan peradaban Islam.

Untuk mendokumentasikan perjalanan hidup serta gagasan Prof. KH. Syukron Makmun, Jakarta Islamic Centre menyelenggarakan kegiatan peluncuran buku berjudul “Singa Podium KH. Syukron Ma’mun: Biografi dan Pemikiran Beliau tentang Peradaban Islam dalam Konteks Kehidupan” pada Selasa, 22 September 2026. Buku tersebut menjadi salah satu upaya untuk merekam jejak perjuangan, pemikiran, dan kontribusi agar dapat dipelajari oleh generasi mendatang.

Singa Podium KH. Syukron Ma’mun: Biografi dan Pemikiran Beliau tentang Peradaban Islam dalam Konteks Kehidupan

JIC juga pernah menghadirkan Prof. KH. Syukron Makmun dalam kegiatan Tokoh dan Ulama yang diselenggarakan oleh Jakarta Islamic Centre. Kehadirannya dalam berbagai kegiatan tersebut mencerminkan peran dan kontribusinya dalam ruang dialog keislaman, penguatan dakwah, serta pengembangan pemikiran Islam yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Kepergian Prof. KH. Syukron Makmun merupakan kehilangan besar bagi keluarga, para santri, alumni, jamaah, serta umat Islam. Namun, ilmu yang diajarkan, lembaga yang dibangun, dan pemikiran yang diwariskan akan terus menjadi bagian dari perjalanan dakwah dan pendidikan Islam di Indonesia.

Kepala Pusat PPIJ (JIC), KH. Muhyiddin Ishaq bersama Prof. KH. Syukron Ma’mun

Segenap keluarga besar Jakarta Islamic Centre menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Prof. KH. Syukron Makmun. Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga ilmu dan amal jariyah yang beliau tinggalkan terus memberikan manfaat bagi umat.

Lahul Fatihah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × 3 =