Home News Update Islam Indonesia JADI BAHAN DISKUSI TENTANG TOLERANSI AGAMA, FILM DA’WA DIPUTAR DI FESTIVAL FILM...

JADI BAHAN DISKUSI TENTANG TOLERANSI AGAMA, FILM DA’WA DIPUTAR DI FESTIVAL FILM ROMA

0
359

JIC, Jakarta — Pada gelaran Rome Film Festival di Roma, film berjudul Da’wah diputar dalam acara makan malam dan menjadi bahan diskusi. Rome Film Festival akan berlangsung mulai 26 Oktober sampai 8 November 2017.

Film Da’wa menggambarkan kehidupan Islam di Indonesia. Berisi tentang kedamaian dan toleransi. Acara penghargaan khusus ini dihadiri pimpinan komite dan komunitas film, dengan tamu istimewa tokoh perfilman ternama yaitu Bernando Bertolucci. Bernando adalah sutradara di balik film sukses seperti The Last Emperor, The Dreamers, dan The Last Tango in Paris.

Sementara, film Da’wah sendiri merupakan film produksi Kaia Film Indonesia dengan sutradara asal Italia yang beragama Katolik, Italo Spinelly. Saat berkunjung ke Indonesia, Spinellii jatuh cinta pada negeri ini, sehingga muncullah ide untuk membuat film ini.

“Saat menulis dan menyutradarai, saya menangkap gambaran-gambaran alami dari kehidupan para santri,” ujar direktur, pendiri dan pencipta festival Asiatica Film Medial ini

Lebih lanjut, ia menilai Islam bukanlah yang selama ini digambarkan oleh sejumlah kalangan sebagai agama yang penuh kebencian, kekerasan, dan teror.

“Islam sebagai gambaran nyata kebaikan bagi alam semesta dari sebuah pesantren di pelosok. Pesantren itu adalah Pesantren Dalwa, di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur,” kata dia.

Dalam, proses pembuatan, film yang berdurasi 60 menit ini mendapat dukungan dan restu dari Majelis Ulama Indonesia, Nahdatul Ulama, Halal Lifestyle Center, dan Pemerintah Daerah Jawa Timur.

Film ini diproduseri oleh Sapta Nirwandar dan H.M. Irsyad Yusuf. Film ini akan menyentuh penonton dengan gambaran Islam yang sebenarnya, dan nilai-nilai Islam yang inspirasional.

Sosok para santri diwakili oleh empat santri bernama Rafli remaja keturunan Jerman, M. Hasan Masduqi, Muhammad Shofi, dan Ahmad Yazid dari Pasuruan. Selain keempat remaja itu, Spinelli juga menampilkan 2.700 anak usia 6-18 tahun. Dikisahkan, para santri itu mendapat didikan dari seorang ustadz tentang dakwah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW. Dakwah bermakna mengajak dengan kebaikan, sekalipun saat berdakwah Rasulullah diserang musuhnya, dan Islam sangat menentang kekerasan.

Islam adalah tentang ketenangan hati dan cinta pada sesama. Nilai inilah yang akan dibawa keempat siswa itu seiring cita-cita mereka menjadi ustadz atau guru agama, pemimpin, dan pengkhotbah. Spinelli menggambarkan keseharian di pesantren, seperti saat belajar Alquran, bahasa Arab dan mata pelajaran lain. Ada pula adegan saat para santri antre untuk shalat Subuh mengikuti ceramah dan senam pagi ala pesantren hingga kegiatan sebelum pulang ke rumah untuk istirahat di bulan Ramadan.

Perjalanan film Da’wah sampai ke Rome Film Festival yang diproduksi tahun 2006 ini menjadi momen penting. Sebelumnya pada 31 Maret 2017, film Da’wah telah mendapat apresiasi dari warga Inggris di Curzon, London, SOHO. Setelah melalui evaluasi dari Committee of Festa Del Cinema Di Roma, Da’wah dinilai sangat baik dalam sisi sinematografi dan penceritaaan yang relevan. Terutama untuk membuka mata komunitas Eropa tentang gambaran Islam sebagai agama yang damai.

Kemudian, akan ada pertemuan dan dialog antar-keyakinan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia Vatikan dan KBRI Roma dengan mengundang banyak pemimpin agama dan komunitas untuk berkumpul, berdialog tentang halal lifestyle di dunia dan Indonesia sekaligus menonton bersama film Da’wah.

Sumber ; gomuslim.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

nine + ten =