JAKARTA (islamic-center.or.id) – Ribuan jamaah memadati Masjid Raya Jakarta Islamic Centre pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu (21/3). Kawasan Gedung Bisnis JIC telah dipenuhi masyarakat dari berbagai wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang datang untuk menunaikan ibadah sekaligus merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung khidmat dan tertib dengan Imam Abdullah Gercek, HE Al Hafidz. Turut hadir Kepala Divisi Takmir JIC, KH. Ibnu Abidin, Lc. Bertindak sebagai khatib, Dr. KH. Musyfiq Amrullah, M.Si menyampaikan khutbah bertema “Puasa sebagai Sarana Self Control dan Menumbuhkan Sikap Filantropis”. Dalam khutbahnya, Ia menegaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga proses pembinaan diri untuk mengendalikan hawa nafsu dan memperbaiki akhlak.
“Puasa melatih kita untuk menahan diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari sikap-sikap yang merusak seperti amarah, keserakahan, dan keegoisan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia juga menyoroti pentingnya menumbuhkan sikap filantropis sebagai buah dari ibadah Ramadhan. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama harus menjadi karakter yang terus hidup setelah Ramadhan, tercermin dalam semangat berbagi, membantu kaum dhuafa, serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Suasana kebersamaan semakin terasa usai pelaksanaan sholat, ketika jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Momen ini menjadi simbol kembalinya umat Islam kepada fitrah, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan sosial.
Di akhir khutbahnya, khatib menyampaikan harapan agar nilai-nilai Ramadhan tidak berhenti sebagai rutinitas tahunan, melainkan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak jamaah untuk menjaga semangat pengendalian diri dan memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih harmonis, peduli, dan berakhlak mulia.

Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan umat Islam mampu membawa perubahan positif, baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial, sehingga nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan selama Ramadhan dapat terus tumbuh dan memberi manfaat bagi sesama.












