Home Khazanah Islam Akhlak ZULQARNAIN SEBAGAI PENGUASA DAN AKTIVIS DAKWAH

ZULQARNAIN SEBAGAI PENGUASA DAN AKTIVIS DAKWAH

0
14

Serial Ayat-Ayat Pendidikan -Edisi Enam Puluh Tiga

Oleh : Arief Rahman Hakim, M.Ag., Kasubdiv Pendidikan dan Pelatihan Pusat PPIJ

ZULQARNAIN SEBAGAI PENGUASA DAN AKTIVIS DAKWAH

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّا مَكَّنَّا لَهٗ فِى الْاَرْضِ وَاٰتَيْنٰهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا

Sungguh, Kami telah memberi kedudukan kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan jalan kepadanya (untuk mencapai) segala sesuatu, [Surat Al-Kahfi (18): 84]

Karakter Al-Qur’an dalam kisah-kisah; tidak menyebut sesuatu tentang pribadi Dzulqarnain, zaman dan tempatnya. Rekaman sejarah bukan tujuan Al-Qur’an, maksud dan targetnya adalah mengambil pelajaran yang bermanfaat dari kisah.

Ibnu Katsir di dalam Lubabut Tafsir menjelaskan bahwa Allah memberikan kepadanya kerajaan yang agung, kokoh, dan menguasai semua yang dimiliki oleh semua raja, berupa kekuasaan, pasukan, peralatan perang, dan perlengkapannya. Oleh karena itu dia bisa menguasai belahan bumi timur dan barat. Semua negeri dan semua raja tunduk kepadanya. Semua bangsa baik Arab maupun non-Arab melayaninya. Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa sesungguhnya dia dijuluki Zulqarnain karena kekuasaannya mencapai dua tanduk matahari, yaitu bagian timur dan barat.

Di dalam Mukhtasar Tarikh Dimasy karya Ibnu ‘Asakir, bahwa Zulqarnain adalah raja Persia yang salih, namanya adalah Abu Bakar bin Ifriqisy, dari negara Himyariyah (tahun 115 SM-552 M), beriman kepada Allah, mengesakan-Nya, dan sangat yakin terhadap hari kebangkitan dan akhirat, bukan seorang nabi.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di di dalam Tafsir As-Sa’di, Anugerah Allah berupa sebab kausalitas telah digunakan oleh Zulqarnain semaksimal mungkin, ia telah beramal dengan sebab-sebab yang Allah berikan kepadanya. Tidak setiap orang mempunyai sebab kausalitas mampu menjalankannya, dan tidak setiap orang sanggup memperoleh sebab kausalitas. Tujuan akan terwujud jika terpadu antara kesanggupan memperoleh sebab kausalitas dan menjalankannya.

Sayyid Qutb di dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an bahwa Allah Ta’ala telah memberikan kepadanya kekuasaan yang besar yang mencakup segala sesuatu yang diberikan kepada para raja; bala tentara, peralatan perang dan benteng pertahanan. Kekuasaan pemerintah yang tiang-tiangnya sangat kokoh. Allah memudahkan baginya jalan-jalan meraih kekuasaan, kemenangan, dan jalan-jalan membangun dan meraih kenikmatan. Yaitu segala sesuatu yang menjadikan seseorang berkuasa dalam kehidupan di muka bumi ini.

Syaikh Wahbah Az-Zuhaili di dalam Tafsir Al-Munir menyebut, dinamakan Zulqarnain karena telah mengelilingi dua ujung dunia yaitu timur dan barat. Ada juga yang berpendapat dia memiliki rambut yang dikuncir dua. Atau mahkotanya memiliki dua tanduk. Ada kemungkinan dinamakan Zulqarnain karena keberaniannya.

Selain sebagai penguasa, Zulqarnain juga seorang aktivis dakwah. Karena dapat menguasai bumi belahan timur dan barat dan banyak negeri yang tunduk padanya, berbagai raja dan semua orang Arab dan non-Arab berbondong-bondong mengabdi kepadanya; menjadi bagian dari pasukannya, atau menyatakan tauhid dan menjadi kader dakwah di bawah pimpinannya

Allah Ta’ala memberinya jalan berupa ilmu pengetahuan, kekuasaan, keinginan, tempat tinggal di bumi dan panjinya. Juga memberinya pengajaran bahasa-bahasa. Ia tidak memerangi suatu kaum melainkan telah diajak bicara dengan bahasa mereka.

Dulu Sulaiman alaihissalam meminta kekuasaan kepada Allah Ta’ala,

قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِيْ مُلْكًا لَّا يَنْۢبَغِيْ لِاَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

Dia berkata, Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut (dimiliki) oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi. [Shad (38) : 35]

Sebagai penguasa sekaligus aktivis dakwah, Zulqarnain memberikan keteladanan tentang implementasi iman, jihad dan pengorbanan. Berawal dari personil sedikit dan logistik terbatas, ia memimpin pasukan dengan keyakinan dan penuh optimis. Juga, yakin dengan kebenaran rute perjalanan. Sambutan dan penerimaan dari bangsa-bangsa yang ditaklukkannya membuktikan perjuangan yang luhur untuk menegakkan kalimat -kalimat risalah tegak di muka bumi.

#Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

أی الأعمال أفضل? قال: الإیمان بالله ورسوله فقیل : ثم ماذا ? قال : الجهاد فی سبیل الله قیل ثم ماذا ? قال : حج مبرور #

Amal apakah yang paling utama? Beliau menjawab, Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian ditanya lagi, Kemudian apa? Beliau menjawab, Berjihad di jalan Allah. Kemudian ditanya lagi, Kemudian apa? Beliau menjawab, Haji yang mabrur. (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Al-Baihaqi di dalam Mukhtashar Sya’bul Iman, menyebutkan ada tiga tingkatan jihad;  Pertama, Jihad mengeyahkan kemungkaran dari dunia ini secara fisik, ucapan dan hati. Kedua, Jihad dengan hati, yaitu membenci orang yang melakukan kemungkaran dengan hatinya. Ketiga, Jihad memperbaiki jiwa. Jihad inilah terpenting bagi para pejuang dakwah, apabila tidak berperangai dengan akhlak mulia bagaimana bisa mengharapkan darinya perbaikan, perubahan umat dan bangsa.

Hari-hari ini kita dipertontonkan oleh beberapa peristiwa yang mengerdilkan diri sebagai bangsa yang besar dan dikenal dengan begitu banyaknya sejarah kepahlawanan dan kepemimpinan nasional sejak zaman penjajahan. Moral yang menjadi salah satu landasan etik bagi seorang pemimpin terasa hambar tak terlihat. Seakan-akan kekuasaan harus didapat dengan menghalalkan segala cara dan tidak memperdulikan orang-orang yang dizaliminya. Bahkan muncul sikap pengkhianatan kepada pimpinannya langsung.

Sungguh kasihan generasi muda yang akan muncul sebagai pemimpin-pemimpin di masa depan, mendapatkan beberapa contoh sangat buruk dan ironis. Sangat bertolak belakang dengan sikap-sikap yang dicontohkan Zulqarnain dalam membangun negeri-negeri yang disinggahinya tanpa melupakan tanggung jawab sebagai pewaris risalah dakwah. Mewariskan kebaikan, pembangunan dan generasi-generasi yang memenangkan Allah dan Rasul-Nya baik dalam ibadah, amal salih dan beragam aktifitas lainnya.

‘Auf bin Malik ra pernah diingatkan oleh Rasulullah saw mengenai tanda-tanda akhir zaman. Kata beliau,

إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ، وَكَثْرَةُ الشُّرَطِ، وَبَيْعُ الْحُكْمِ، واسْتِخْفَافٌ بِالدَّمِ، وَقَطِيعَةُ الرَّحِمِ، وَنَشْوٌ يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ، يُقَدِّمُونَ أَحَدُهُمْ لِيُغَنِّيَهُمْ وَإِنْ كَانَ أَقَلُّهُمْ فِقْهًا”.

Kepemimpinan orang-orang bodoh

  1. Banyaknya syuroth (penolong, pembela penguasa dalam kelaliman)
  2. Jual-beli hukum
  3. Meremehkan (urusan) darah
  4. Memutuskan silaturrahim
  5. Jamaah (sekumpulan orang) yang menjadikan Al Quran seperti seruling, mereka mendahulukan (orang yang enak suaranya untuk membaca Al Quran) meskipun pemahamannya sangat kurang. [HR. Ahmad, Thabrani)

لِّيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

Agar Dia (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga). [Surat Saba’ (34): 4]

Makna dari  وَرِزۡقࣱ كَرِیمࣱ menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di adalah karena ihsan yang mereka lakukan, yang dengannya mereka memperoleh segala yang didambakan, diinginkan dan diangan-angankan.

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita mungkin kurang sabar dalam meminta kepada Allah. Ekspektasi yang tinggi akan terwujudnya do’a, keinginan dan harapan tidak dibarengi dengan sikap-sikap yang menyebabkan terealisasikannya keinginan. Contoh, dalam hal rezeki di dunia.

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyah pernah berpesan,

Empat hal yang menghambat datangnya rezeki;

Tidur di waktu pagi, sedikit salat, malas-malasan, dan berkhianat.

Semoga Allah ta’ala mudahkan kita belajar dari Zulqarnain dalam hal kepemimpinan dan menyebarkan pesan-pesan kebaikan, kebenaran serta dimudahkan menjadi hamba-hamba-Nya yang mampu mengimplementasikan iman, jihad dan pengorbanan sebagaimana yang telah dilakukan Zulqarnain. Allahumma Aamiin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

3 + 18 =