2 PELAJAR MADRASAH WAKILI ACEH JADI DUTA MODERASI BERAGAMA

Siswa madrasah Aceh ikuti program duta moderasi beragama nasional. Ilustrasi umat Islam. Foto: Republika/Musiron

JIC –Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh mengirim dua remaja duta ke nasional guna mendapatkan pembinaan dan monitoring motivator muda moderasi beragama. Kepala Kanwil Kementerian Agama, Aceh Iqbal, Kamis (8/10) mengatakan duta moderasi beragama Aceh tersebut yakni Rifka Khairuna, siswi MAN 4 Aceh Besar dan Yahya siswa MAN 2 Banda Aceh.

“Apresiasi kami kepada ananda Yahya dan Rifka Khairuna, kepada pembimbing dan kepala madrasahnya. Program moderasi beragama sangat penting dalam memahami agama secara moderat, sehingga sangat digencarkan,” katanya.

Dia menjelaskan dua remaja asal Bumi Serambi Makkah itu telah berangkat ke Yogyakarta pada Rabu (6/10), untuk mengikuti pembinaan selama empat hari.

Menurut Iqbal ini sebuah prestasi luar biasa yang dicatatkan siswa madrasah. Mereka akan mewakili Aceh di tingkat nasional dan bergabung dengan peserta dari provinsi lainnya di Indonesia untuk mengikuti pembinaan serta sosialisasi program moderasi beragama.

“Ini merupakan prestasi yang luar biasa, sehingga daerah dan madrasah lain berharap hal yang sama. Hari ini Allah berikan kita dua duta untuk mengikuti ajang nasional,” ujarnya.

Menurut Iqbal program moderasi beragama itu menjadi salah satu fokus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. “Program moderasi tidak hanya untuk agama Islam tapi untuk semua agama di Indonesia,” kata Iqbal.

Program moderasi beragama bukan untuk memoderatkan agama, melainkan memoderatkan cara beragama dengan mengedepankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan ukhuwah wathaniyah.

“Kita terus mensosialisasikan bukan untuk memoderenkan agama tapi mensosialisasikan nilai-nilai agama ini secara benar baik dalam konteks ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, dan konteks ukhuwah wathaniyah,” kata Iqbal.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Aceh, Mukhlis, menjelaskan duta moderasi beragama diharapkan mampu mensosialisasikan pesan moderasi beragama di seluruh madrasah di Aceh setelah mengikuti kegiatan itu, sehingga akan melahirkan hasil yang memuaskan, serta membentuk persepsi di madrasah bahwa perbedaan suku bukanlah persoalan yang harus dibesar-besarkan.

“Mereka benar menjadi duta moderasi beragama Aceh sehingga action mereka terutama di kalangan siswa madrasah se Aceh akan melahirkan orang yang paham moderasi beragama, aplikasinya tidak muncul konflik baik konflik sesama suku atau antar agama,” kata Mukhlis.

Sumber : republika.co.id

Jakarta Islamic Centre

Read Previous

INDONESIA DAN AGENDA PERDAMAIAN GLOBAL

Read Next

ANIES: VAKSINASI UNTUK PENCARI SUAKA BERKAT KOLABORASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

8 − 5 =