JIC, Makkah — Ada pemandangan menarik di sekitar pelataran Masjidil Haram di jam-jam setelah salat. Belasan orang pria berseragam cokelat muda akan memblokir jalan, menyiram air, membersihkannya dengan mobil khusus, lalu dikeringkan oleh tim penyapu lantai.
Pasukan ini bekerja siang malam setiap hari. Mereka terbagi dalam beberapa shift, masing-masing bekerja 8 jam. Area yang dibersihkan berbeda-beda. Semua memiliki tanggung jawab terhadap kebersihan titik tertentu. Ada yang berada di bagian halaman di dekat tower zamzam, sampai kawasan di depan Abdullah Gate, area perluasan Masjidil Haram.
Sebagian ‘pasukan’ juga bekerja di area dalam Masjidil Haram. Mereka membersihkan titik-titik yang tertutup atap dan kawasan di sekitar area thawaf. Selama proyek perluasan berlangsung, sebagian area di Masjidil Haram memang kadang terkena debu, karena itu perlu dibersihkan secara berkala.
Cara bekerja para pembersih ini cukup menarik dilihat dan jadi tontonan para jemaah. Mereka awalnya akan memblokir area yang akan dibersihkan dengan sebuah pagar pembatas. Para jemaah yang duduk-duduk di pelataran akan diminta menyingkir sementara saat pembersihan berlangsung.
“Ayo bergeser, ayo bergeser,” kata salah seorang pekerja dalam bahasa Arab.
Setelah area steril dari jemaah, maka sekelompok orang akan menyiram air sabun di lantai. Setelah itu, ada pasukan bermobil yang dilengkapi dengan alat-alat pembersih khusus di bagian bawahnya, seperti sikat dan alat pel membersihkan lantai. Setelah itu, baru tim pengelap datang mengeringkan.
Wawang Karnawan, seorang WNI yang juga bagian dari tim pembersih di area dalam Masjidil Haram mengatakan, para pekerja di Masjidil Haram kebanyakan berasal dari negara lain, seperti Bangladesh, Pakistan sampai Indonesia. Mereka mendapat gaji di kisaran SAR 700 per bulan dan bekerja 8 jam per hari.















