AWAL PENGGUNAAN BULAN BINTANG SEBAGAI SIMBOL ISLAM

0
7295

JIC – Kebanyakan masjid menggunakan ornamen bulan sabit dan bintang (atau biasa disebut bulan bintang) pada bagian atas kubahnya. Bahkan simbol tersebut juga dapat kita temukan pada bendera negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Sebut saja Aljazair, Malaysia, Mauritania, Pakistan, Tunisia, Turki dan Uzbekistan. Pertanyaannya, kapan pertama kalinya simbol bulan bintang digunakan secara jamak oleh masyarakat muslim global? Menurut sejumlah catatan, simbol bulan bintang mulai menyebar di dunia Islam setelah Kekaisaran Turki Utsmaniyah menggunakan ornamen itu di bendera dan lambang negaranya pada abad ke-18. Buku ensiklopedi Islam yang diterbitkan oleh Turkiye Diyanet Vakfi (Yayasan Agama Turki) pada 1991 menjelaskan, bulan sabit dan bintang diadopsi sebagai simbol negara Utsmaniyah pada masa pemerintahan Sultan Mustafa III (1757-1774). Penggunaan ornamen itu menjadi mapan selama periode pemerintahan Sultan Abdul Hamid I (1774-1789) dan Sultan Selim III (1789-1807).

Asumsi tersebut semakin diperkuat dengan maraknya keberadaan ornamen bulan sabit dan bintang di masjid-masjid dan Menara, yang terdapat di wilayah Kekaisaran Utsmaniyyah pada masa-masa itu. Sejak itulah penggunaan bulan bintang oleh Kekaisaran Utsmaniyyah kemudian juga menjadi simbol untuk Islam secara keseluruhan. Setelah runtuhnya Kekaisaran Utsmaniyyah pada 1922, pengadopsian simbol bulan bintang pada bendera negara kemudian dilanjutkan oleh negara-negara muslim lainnya. Jos Poels lewat satu tulisannya di laman Flag of the World mengungkapkan pemakaian logo bulan sabit dan bintang di bendera Kerajaan Libia pada 1951 memiliki kaitan erat dengan interpretasi keislaman masyarakat setempat. Menurut mereka bulan sabit menjadi penanda awal bulan baru dalam kalender Islam.

Penggunaan kalender Islam sendiri dimulai sejak hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Dengan kata lain, penggunaan simbol bulan sabit di bendera Kerajaan Libia, sekaligus menjadi pengingat antara peristiwa sejarah nan penting tersebut. Sementara itu, penggunaan logo bintang di negara itu dianggap sebagai perlambangan harapan, keindahan, martabat dan kehormatan. Jauh sebelum zaman Kekaisaran Utsmaniyah, penggunaan simbol bulan sabit dan bintang telah berkembang di tengah-tengah masyarakat Yunani Kuno pada periode Helenistik di wilayah Pontus (Turki sekarang) dan kerajaan Bosporus. Pemakaian ornamen yang sama dilakukan orang-orang Bizantium pada abad ke-2 SM. Mereka menafsirkan bulan sabit sebagai perlambangan Artemis-Diana atau Selena-Luna (nama-nama dewi bulan dalam kepercayaan masyarakat Romawi dan Yunani Kuno). Kombinasi logo bulan sabit dan bintang juga ditemukan pada koin yang dikeluarkan Dinasti Sasaniah Persia antara abad ke – 5 dan ke – 6 Silam.

Sumber : Koran Republika

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

seven + one =