Home News Update Dunia Islam KABULKAN GUGATAN, PEMERINTAH BELANDA AKAN DANAI SEKOLAH ISLAM

KABULKAN GUGATAN, PEMERINTAH BELANDA AKAN DANAI SEKOLAH ISLAM

0
426
Islamitisch College Amsterdam di Distrik Slotervaart, Amsterdam, Belanda.

 

Islamitisch College Amsterdam di Distrik Slotervaart, Amsterdam, Belanda.

JIC, AMSTERDAM — Perjuangan umat Islam di Negara minoritas kini mulai menjadi sorotan. Sejumlah lembaga dan komunitas Islam terus berupaya mempertahankan identitas di tengah badai cobaan. Baru-baru ini, kabar baik datang dari pengadilan tertinggi Belanda yang mengabulkan gugatan sebuah sekolah Islam di Kota Amsterdam.

Mahkamah Agung Belanda memutuskan bahwa pemerintah harus mendanai sebuah sekolah Islam di Amsterdam, Rabu (27/7/2017). Padahal sebelumnya, pemerintah setempat sempat melarang. Keputusan tersebut muncul di tengah perdebatan soal peranan kebudayaan Muslim dalam masyarakat Belanda.

Wakil Menteri Pendidikan Sander Dekker menahan dana untuk sekolah tersebut pada tahun 2014, tak lama setelah seorang anggota dewan sekolah menyatakan dukungannya terhadap kelompok Islam militan di sebuah komentar Facebook.

Namun Dewan Negara, setingkat Mahkamah Agung, membalikkan keputusan tersebut dan menyimpulkan bahwa tidak ada alasan yang bisa dibenarkan untuk mencabut pendanaan karena yang bersangkutan sudah tidak aktif di dewan sekolah.

Dewan Negara menyatakan putusan telah mereka keluarkan harus dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan sejak bulan Agustus, termasuk penyaluran dana. Pengadilan tersebut juga memerintahkan Dewan Kota Amsterdam untuk menyediakan sebuah gedung untuk sekolah baru tersebut, yang diperkirakan akan dibuka pada September, Bussines Insider melaporkannya.

Merespons putusan itu, petinggi Kementerian Pendidikan menyatakan secara personal ia keberatan tapi tidak memiliki pilihan lain. “Pemerintah tidak memiliki pilihan kecuali mematuhi, meskipun sekolah tersebut tidak setara dengan apa yang saya yakini diperlukan masyarakat,” kata Dekker seperti dilansir dari publikasi DutchNews.nl.

Lembaga pendidikan setingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu akan menawarkan pendidikan berbahasa Belanda dengan fokus pada Islam pada sekitar 180 siswa. Itu akan menjadi sekolah Islam kedua di Belanda.

Sekolah Islam Belanda lainnya ditutup pada tahun 2010 setelah inspektorat sekolah nasional memutuskan bahwa pendidikan yang diberikan tidak sesuai standar. Pada 2011, Yayasan Pendidikan Islam Amsterdam mengajukan permohonan untuk membuka sebuah sekolah tinggi Islam namun Kementerian Pendidikan membatalkan izin yang telah mereka setujui sebelumnya.

Yayasan tersebut lalu melayangkan gugatan hukum pada 2015, dan sebuah pengadilan setempat mengabulkannya. Satu-satunya sekolah Islam Belanda, Avicenna College (atau Sekolah Tinggi Ibnu Sina) sudah beroperasi di Kota Rotterdam.

Mahkamah memerintah dewan kota Amsterdam untuk menyediakan gedung sekolah bagi sekolah baru itu, yang dijadwalkan akan dibuka pada September. Dekker mengatakan ia masih belum memiliki kepercayaan terhadap pengurus sekolah. Ia telah meminta inspektorat untuk segera melakukan pemantauan guna melihat apakah sekolah tersebut memenuhi kualitas yang disyaratkan.

“Kita perlu melakukan semua yang bisa kita jalankan untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan akses terhadap pendidikan yang mereka perlukan dan bahwa mereka belajar apa artinya menjadi bagian dari masyarakat Belanda,” tulisnya dalam pernyataan setelah keputusan mahkamah muncul.

Sekitar 5% populasi Belanda yang berjumlah 17 juta jiwa beragama Islam, dan ‘Negeri Kincir Angin’ telah mengintegrasikan ratusan ribu imigran dari Maroko dan Turki sejak tahun 1970an. Namun, perdebatan soal manfaat dan kerugian imigrasi telah memuncak dengan kedatangan migran dalam jumlah lebih besar dari negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Berdasarkan undang-undang Belanda, pemerintah kota bertugas menyediakan gedung-gedung sekolah sementara pemerintah nasional berkewajiban mendanai pendidikan.

Sumber ; gomuslim.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

2 × 2 =