JIC, Kenya — Pemuda Muslim yang kurang mampu di Malindi di Kenya sekarang akan memiliki kesempatan lebih baik untuk menikah karena usaha dari lembaga amal Emirat internasional.
“Banyak pemuda yang bersedia untuk menikah, beberapa telah tinggal selama lebih dari tiga tahun tanpa memenuhi biaya pernikahan karena masalah uang. Para donatur memfasilitasi biaya pernikahan termasuk makan untuk lebih dari 900 orang, “ jelas Ahmed Aboud, Ketua Malindi Tawfiq Muslim Youth, seperti dilansir dari publikasi The Kenya Star, Selasa (12/12/2017).
Aboud berbicara saat upacara yang diadakan pekan lalu di mana ada 20 pasangan menikah. Pernikahan massal berwarna-warni itu diadakan di akademi Muslim Tahdeeb di Malindi, sebuah kota yang terletak di pantai Samudra Hindia. Acara ini berlangsung dari UAE AID yang bekerja sama dengan organisasi Charity Internasional, Kenya Humanitarian and Charity, Malindi Kilifi county.
Pekerjaan LSM memberi bantuan mas kawin, menyediakan tempat tidur dan perlengkapan rumah tangga, memberi modal pada pasangan untuk memulai bisnis baru, dan mengorganisir sebuah pernikahan massal untuk para penerima manfaat. Tak hanya diberi tempat tidur dan perlengkapan rumah tangga, pasangan tersebut diberi modal untuk memulai bisnis baru.
Setiap pengantin wanita juga diberi mesin penjahit, sementara para mempelai pria diberi fasilitas motor, plumbing, atau pertukangan yang tergantung pada karir mereka.
“Saya bahagia hari ini untuk menikahi cinta dalam hidup saya, rencananya saya akan menikahinya dalam sebuah pernikahan namun karena tantangan finansial itu sulit,” kata Suleiman Thoya, yang menikahi Margaret Tatu Solomon.
Dia mengatakan sebelum ada bantuan dari lembaga amal ini, dia dan istrinya baru akan menikah pada 2030, karena dia tidak mampu membayar biaya pernikahan.
Sumber ; gomuslim.co.id












