Home News Update Islam Indonesia KARAKTER KUAT JADI MODAL UTAMA DI DUNIA KERJA

KARAKTER KUAT JADI MODAL UTAMA DI DUNIA KERJA

0
309
GA and Administration Manager PTTEP Indonesia Afiat Djajanegara.

 

GA and Administration Manager PTTEP Indonesia Afiat Djajanegara.

JIC, JAKARTA — Education Outlook 2018 diselenggarakan Dompet Dhuafa Pendidikan dalam upaya nyata kefokusannya dalam bidang pendidikan. Hadir sebagai pembicara GA and Administration Manager PTTEP Indonesia Afiat Djajanegara mengatakan karakter yang kuat merupakan modal para lulusan perguruan tinggi di dunia kerja.

Mengangkat tema Meneropong Daya Saing SDM Lulusan Perguruan Tinggi Indonesia, Education Outlook kali ini menghadirkan beberapa nara sumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Perwakilan dari pemerintahan, hadir Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Prof Dr Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D. Dari pihak perusahaan swasta, hadir Afiat Djajanegara, serta dari Dompet Dhuafa Pendidikan diwakili oleh Direktur Dompet Dhuafa Pendidikan, Muhammad Syafiie el Bantanie.

Sebagai pihak yang mewakili perusahaan swasta, Afiat Djajanegara menjelaskan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting. Sebab dalam proses tersebutlah pembentukan karakter akan terjadi. Perusahaan tentu akan memilih Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dasar dan karakter yang kuat. Proses pendidikan di Perguruan Tinggi seharusnya mampu mengakomodasi proses pembentukan karakter mahasiswa.

“seseorang yang memiliki karakter kuat akan mampu menjadi seorang pemimpin dalam bidangnya,” jelas Afiat seperti dalam siaran pers.

Afiat menambahkan bertahun-tahun ia telah banyak berkecimpung dalam proses rekrutmen SDM. Selama itu pula ia banyak menilai bahwa mahasiswa yang aktif dalam dunia organisasi, terbiasa menyusun kegiatan, dan terbiasa menjadi pemimpin lebih memiliki peluang yang besar dalam karirnya di dunia kerja.

“Saya akan lebih cenderung memilih lulusan perguruan tinggi yang berlatar belakang aktivis ketika proses wawancara, sebab mereka adalah individu yang telah banyak berurusan dengan berbagai orang dan kondisi sehingga secara karakter mereka lebih teruji daripada yang kurang aktif selama masa kuliahnya,” papar Afiat.

Afiat menutup pemaparannya dengan menyampaikan bahwa salah satu karakter yang penting yang harus dimiliki oleh lulusan perguruan tinggi adalah kemampuan service mind (kemampuan untuk melayani). Menurutnya sesorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki kepekaan untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Dalam pemaparannya, Muhammad Syafi’ie menyampaikan bahwa apabila berbicara mengenai kualitas perguruan tinggi, maka hal penting yang harus diperhatikan adalah aspek input Sumber Daya Manusia (SDM) dan proses pendidikan.

“Kualitas input dan kualitas perguruan tinggi menjadi akar permasalahan. Apabila menginginkan lulusan perguruan tinggi yang berkualitas, maka perlu dipilih input harus berkualitas dan proses pendidikannya juga berkualitas pula,” papar Syafiie seperti dalam siaran pers.

Selama ini menurutnya, pemerintah masih mengakomodasi secara kuantitas belum pada tataran kualitas khususnya soft skill dan kepemimpinan sehingga daya saing SDM Indonesia rendah. Dompet Dhuafa Pendidikan melihat celah yang belum digarap secara optimal oleh pemerintah. “Dompet Dhuafa Pendidikan mengambil peran meningkatkan kualitas SDM level perguruan tinggi,” jelas penulis lebih dari 40 buku bertema remaja ini.

Menutup sesinya dalam Education Outlook 2018, Syafiie melanjutkan bahwa input-input yang telah baik ini harapannya mendapatkan proses pendidikan yang baik. Sehingga kualitasnya akan semakin meningkat dan menjadi generasi-generasi berkualitas yang akan menjadi agen perubahan bagi Indonesia menjadi lebih baik.

Sumber ; republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

8 − 2 =