
JIC – Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta atau biasa dikenal dengan Jakarta Islamic Centre memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang datang. Ada yang beribadah melaksanakan sholat wajib maupun sunnah, ada yang berkunjung bersama keluarga berkeliling dan bermain di taman, namun ada juga yang datang khusus untuk mengetahui sejarah tentang Masjid yang dulunya merupakan lokasi eks-prostitusi Kramat Tunggak ini.

Sejarah tentang Masjid Jakarta Islamic Centre didapatkan oleh seorang wisatawan dari Australia yang hobi fotografi ini. Ia awalnya berkunjung ke Masjid JIC pada hari Sabtu (10/3) karena mendapatkan informasi dari website JIC bahwa akan ada sebuah museum Islam pertama di Jakarta. Meskipun museum masih dalam tahap perencanaan, turis yang senang melancong ke berbagai negara ini akhirnya memutuskan untuk mengunjungi Perpustakaan JIC dan mengabadikan keindahan arsitektur dari berbagai penjuru di Masjid Raya Jakarta Islamic Centre ini.

Tidak hanya wisatawan mancanegara, media berskala Nasional yakni Kompas TV juga turut hadir mengunjungi JIC untuk kesekian kalinya pada Selasa (13/3). Dalam pelaksanaan syuting kali ini, Kompas TV bersama kru Inspirasi Ramadhan mengambil sudut pandang Pendidikan Islam pada Anak. Menyoroti cara mengajar sang guru PAUD JIC beserta pelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik menjadi hal yang menarik untuk diulas. Setelah senja berlalu, lokasi syuting berpindah ke ruang ibadah utama Masjid JIC. Nantinya, Program Inspirasi Ramadhan ini akan tayang pada jam siar Kompas Pagi, Siang dan Petang. (ZS)













