Home News Update Islam Indonesia MELAWAN HOAKS PASCABENCANA: “APA TIDAK TAKUT DI AKHIRAT NANTI YA?”

MELAWAN HOAKS PASCABENCANA: “APA TIDAK TAKUT DI AKHIRAT NANTI YA?”

0
432

 

Bantahan hoaks tentang Wali Kota Palu.

JIC, JAKARTA- Pemerintah telah mengidentifikasi beberapa orang yang diduga menyebarkan hoaks dan pesan bohong setelah gempa dan tsunami di Palu.

Selain dituntut bekerja cepat dalam tanggap darurat pasca gempa di Palu, pemerintah juga memerangi berita bohong yang menyebar dan membuat panik masyarakat.

Pemerintah mengumumkan delapan hoaks yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan online setelah bencana dan meminta agar masyarakat tidak mudah percaya.

Polisi harus menyisihkan waktu dan tenaga untuk mengecek kebenaran berita bohong, misalnya tentang bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa retak. Petugas Polsek Mamuju, Gowa, melakukan pengecekan dan memastikan bendungan itu aman.

BNPB pun menjadi corong utama dalam upaya melawan hoaks. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Sutopo Purwo Nugroho seringkali menjelaskan pesan mana yang termasuk hoaks.

balaroa, paluHak atas fotoYUSUF WAHIL/AFP
Image captionDi tengah upaya tanggap darurat, media sosial pun darurat kabar bohong.

Apa saja rumornya?

Penyebaran hoaks di Twitter, Facebook dan aplikasi chat membuat pemerintah merasa perlu memberikan klarifikasi mendetail tentang berita bohong yang muncul setelah bencana.

Penyebaran hoaks sangatlah cepat. Pada tanggal 2 Oktober, Kementrian Komunikasi dan Informatika mempublikasikan siaran pers berisi delapan kabar bohong pascagempa.

Delapan kabar bohong itu adalah: pertama, soal bendungan Bili-bili di Kabupaten Gowa yang dikatakan retak, padahal aman.

Ada juga penjelasan tentang tiga foto hoaks yang digambarkan seolah-olah berasal dari tempat gempa. Padahal, foto itu adalah foto kejadian gempa dan tsunami di Aceh, 26 Desember 2004, foto kejadian di Sungai Siak, Pekanbaru, dan foto Front Pembela Islam, FPI, membantu korban longsor di Sukabumi.

Pemerintah juga membantah dua rumor yang menyatakan bahwa gempa susulan yang lebih kuat dari gempa Palu 28 September sudah diprediksi.

“Tidak ada satu negara pun di dunia punya alat dan teknologi yang bisa memprediksi terjadinya gempa bumi secara pasti,” demikian keterangan pers tersebut.

Pemerintah juga membantah kabar bohong tentang kematian Wali Kota Palu. “Wali Kota Palu, Hidayat, sedang melakukan tanggap darurat gempa di Palu.”

Kabar kedelapan adalah soal hoaks penerbangan gratis dari Makassar menuju Palu gratis bagi keluarga korban. Faktanya, pesawat herculer TNI diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan.

Tweet Sutopo Purwo NugrohoHak atas fotoTWITTER/@SUTOPO_PN
Image caption“Video ini bukan erupsi Gunung Soputan,” kata Sutopo

sumber : bbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

10 + 19 =