Home News Update Islam Indonesia MELAWAN HOAKS PASCABENCANA: “APA TIDAK TAKUT DI AKHIRAT NANTI YA?” ( 2...

MELAWAN HOAKS PASCABENCANA: “APA TIDAK TAKUT DI AKHIRAT NANTI YA?” ( 2 )

0
349

Melawan dengan Twitter

JIC, JAKARTA- Salah satu “pemimpin” perlawanan terhadap hoaks adalah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo, yang juga tengah berusaha melawan kanker paru-paru stadium 4B yang sedang dideritanya, rajin membantah hoaks melalui akun twitternya @Sutopo_PN.

Misalnya, tentang erupsi Gunung Soputan yang meletus hanya beberapa hari setelah tsunami dan gempa di Palu.

Setiap cuitan Sutopo yang melawan hoaks, telah dibagikan hingga ribuan kali.

Gempa-tsunami Palu dan meletusnya Gunung Soputan bukan kali pertama Sutopo menjelaskan tentang berita bohong.

Sepanjang Agustus 2018, Sutopo telah 38 kali memberikan klarifikasi terhadap kabar bohong yang menyebar setelah gempa Lombok tanggal 29 Juli 2018 . Kebohongan itu mulai dari soal bantuan yang dijual, pengungsi yang makan makanan ternak, hingga soal gempa susulan.

Sebelumnya, dia juga selalu konsisten memberikan klarifikasi tentang berbagai kabar bohong tentang bencana. Dari hoaks soal korban banjir Brebes, Jawa Tengah sampai foto erupsi Gunung Kelud yang diberi label Gunung Merapi pada bulan Mei, sampai mempromosikan wisata Bali yang tetap aman setelah erupsi Gunung Agung.

Perempuan di Sidoarjo ditangkap karena hoaks soal gempa di Jawa menyusul gempa Palu

Meski sering diklarifikasi, hoaks dan kabar bohong terus bermunculan selepas terjadinya bencana. Warganet pun diharapkan menjadi “mata-mata” pemerintah untuk menemukan hoaks yang beredar. Kemenkominfo membuka pusat pengaduan untuk warga yang menemukan kabar bohong.

Warga diminta melaporkan temuan mereka melalui email ke aduankonten@kominfo.go.id atau akun twitter @aduankonten.

Menko Polhukam Wiranto menyatakan bahwa hoaks saat bencana pun sudah jadi perhatian Presiden Joko Widodo.

“Presiden sudah instruksikan Kapolri, siapa pun yang dalam bencana seperti ini memanfaatkan keprihatinan untuk kepentingan yang meresahkan masyarakat, segera kami tangkap,” kata Wiranto, Selasa (02/10) lalu.

Seorang perempuan di Sidoarjo, Jawa Timur ditangkap polisi karena menyebarkan isu gempa susulan berkekuatan besar yang akan terjadi di Jawa dan menyebarkannya di Facebook, beberapa saat setelah gempa Palu.

Menurut polisi, perempuan dengan inisial UUF ini ditangkap karena dialah yang pertama kali menulis posting tersebut di Facebooknya.

“Dia itu bukan berita yang diposting, tapi dia yang memposting pertama kali di Facebook. Kalau berita-berita itu kan tinggal medianya apa, itu yang tidak ada (dalam kasus ini) tapi pure postingan dia,” ujar Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Arisandi kepada Detikcom.

Dia hanya satu dari delapan tersangka yang telah ditangkap terkait hoaks gempa. Menurut laporan Tribun News, polisi telah menangkap delapan tersangka, semuanya diduga menyebarkan kabar bohong melalui Facebook.

Polisi menyatakan masih mempelajari apa motif para tersangka menyebarkan hoaks.

Melalui akun Twitternya, Sutopo menulis, “Orang kok begitu teganya menyebarkan kebohongan. Apa tidak takut di akhirat nanti ya?”

sumber : bbcindonesia.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

13 − eight =