Home News Update Dunia Islam CARA JEPANG MENGGENJOT WISATA HALAL (2)

CARA JEPANG MENGGENJOT WISATA HALAL (2)

0
407

JIC, JAKARTA- Jepang kemudian menyediakan penerbangan-penerbangan bujet (murah). Mengapa ini penting? Mayoritas pelancong Muslim ternyata generasi milenial yang habitnya memilih tiket murah, jalan-jalan dengan angkutan umum selama di Jepang, pergi bergerombol, dan memperhatikan faktor halal dan ramah Muslim.

Visa pun mereka permudah. Hotel-hotel bujet dan ramah Muslim tersedia di banyak tempat. Dan yang tidak kalah pentingnya, makanan dan minuman halal mudah didapatkan di banyak kota di Jepang. Tempat ibadah tersedia.

Ini yang saya rasakan langsung saat berada di Himeji, sebuah kota di bawah Prefektur Hyogo, berjarak sekitar satu jam bus dari Osaka. Saat berada di pusat kota, makanan halal mudah dicari.

Saat waktu shalat, cari mushala tidak susah. Mushala tempat saya shalat di Himeji tidak terlalu luas, namun sejuk dan bersih. Alquran dan buku-buku Islam tersedia di sana.

Faktor kedua, datang dari eksternal Jepang. Ini menyangkut tumbuhnya kelompok menengah Muslim di banyak negara Islam terutama di Indonesia. Perbaikan ekonomi memberikan dampak lahirnya kelompok menangah dengan kegemaran traveling.

Kelompok Muslim ini punya kebiasaan jalan-jalan ke luar negeri minimal setahun sekali. Traveling seolah sudah menjadi kebutuhan dasar. Mereka sengaja menabung, merencanakan perjalanannya dari jauh-jauh hari, dan mencari spot-spot baru yang menarik, bagus, dan Instagramable.

photo

Festival Nada (Tarung) menjadi daya tarik turis datang ke Himeji, Jepang. Festival merayakan panen ini digelar selama dua hari pada setiap 14-15 Oktober.

Negara-negara Timur Tengah yang semakin terbuka pun kini banyak memberikan kontribusi atas banjirnya wisatawan ke luar negeri. Mereka tercatat lebih lama tinggalnya, lebih banyak belanja dan jajannya.

Jepang mampu memadukan dan mensinergikan rumus 3A ala Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam menarik turis asing. Rumusan 3A itu mencakup atraksi, akses, dan amenitas.

Atraksi terkait dengan tempat-tempat wisata yang mampu menarik hasrat dan kepuasan turis yang datang. Akses menyangkut kemudahan menjangkau tempat wisata dengan berbagai moda transportasi. Dan amenitas fokus pada fasilitas akomodasi, restoran, kafe, tempat belanja, dan lain-lainnya.

Faktor value (nilai) pun Jepang punya. Selain 3A tadi, ada nilai-nilai kesejarahan dan kekinian yang menjadi magnet kuat Jepang menarik turis asing termasuk turis Muslim. Nilai-nilai budaya dan falsafah hidup yang tumbuh di masyarakat memberikan andil bagi inginnya turis asing berkunjung ke Jepang.

Perpaduan empat di hal di atas itulah yang menjadikan Jepang sebagai salah satu tujuan wisata Muslim dari Asia Tenggara dan negara-negara Timur Tengah.

Jepang bisa, Indonesia tentu juga bisa.

 

sumber : republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − five =